Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Potong Duit BST Katanya Untuk Pemerataan, Katar Cicadas Bikin Dinsos Murka!

×

Potong Duit BST Katanya Untuk Pemerataan, Katar Cicadas Bikin Dinsos Murka!

Sebarkan artikel ini

Kantor Desa Cicadas, Gunung Putri

Gunung Putri, BogorUpdate.com
Dugaan Pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, yang diduga juga mengalir kepada 18 Kelompok Kerja (Pokja) Karang Taruna (Katar) Desa Cicadas sebesar Rp 300.000 diakui Sekretaris 1 Katar Cicadas, Herlambang Panji.

Menurutnya, anggota Katar yang mendapatkan BST tersebut memang betul adanya. Namun bukan sebagai katarnya, tetapi sebagai warga masyarakat Desa Cicadas.

“Mengenai Katarnya, hanya teknis untuk memudahkan pendataan. Dengan tetap menyertakan dokumen KK sebagai bukti identitas warga Desa Cicadas. Cukup seperti itu Kang, sesuai dengan fakta di lapangan,” Katanya kepada Bogorupdate.com, Kamis (29/4/21).

Dia menambahkan, Peralihan BST yang dilakukan pihak Pemdes Cicadas itu untuk warga yang membutuhkan dan tidak mampu karena terdampak Covid-19.

“Peralihan BST itu untuk yang terdampak Covid-19, begitu menurut Bapak Presiden. Karena jumlahnya yang terbatas, maka di prioritaskan untuk saudara yang lebih membutuhkan. Sekarang sudah tahap ke 4, alhamdulillah di maksimalkan agar merata, dan di maksimalkan semua lapisan masyarakat bisa dapat,” dalihnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Supriadi mengatakan terkait peralihan BST atau pemerataan yang dilakukan pihak desa dengan memotong bantuan sebesar Rp 300.000 itu tidak diperbolehkan dengan alasan apapun. Hal itu berkaitan dengan tidak adanya pedoman dan aturan terkait pendistribusian BST tersebut.

“Dengan alasan apapun peralihan BST tidak dibenarkan. Apalagi ada pemotongan sebesar Rp 300.000, karena tidak ada didalam aturan dan pedoman yang memperbolehkan peralihan seperti itu,” katanya.

Supriadi menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan monitoring terkait adanya peralihan tersebut. “Terkait banyaknya permasalahan peralihan BST tersebut, kami sedang melakukan monitoring ke wilayah untuk mengumpulkan data-data,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

(Jis/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *