Scroll untuk baca artikel
Home

Tekan Pengangguran, Disnaker Kabupaten Bogor Gelar Workshop Rekrutmen Kerja ke Luar Negeri

×

Tekan Pengangguran, Disnaker Kabupaten Bogor Gelar Workshop Rekrutmen Kerja ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

Tajurhalang, BogorUpdate.com – Untuk menekan angka pengangguran sekaligus memastikan penempatan pekerja migran berlangsung secara legal dan prosedural, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor melalui Balai Latihan Kerja (BLK) menggelar Workshop Rekrutmen Pekerja ke Luar Negeri di Gedung Soebijanto Djojohadikoesoemo, Kecamatan Tajurhalang, Jumat (13/2/2026).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri perwakilan (PIC) dari sejumlah negara tujuan penempatan, di antaranya Jepang, Korea, dan beberapa negara di kawasan Eropa.

“Peserta yang hadir meliputi kepala sekolah SMK se-Kabupaten dan Kota Bogor, alumni pelatihan BLK, serta masyarakat umum yang berminat bekerja di luar negeri, khususnya ke Jepang,” ujarnya kepada wartawan.

Nana, yang akrab disapa Namul, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menurunkan angka pengangguran di wilayah Bogor, meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja migran, serta mendorong peningkatan devisa negara.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor terbuka terhadap pihak-pihak yang ingin memberangkatkan warga Bogor untuk bekerja ke luar negeri, dengan syarat seluruh proses harus dilakukan secara legal dan sesuai prosedur.

“Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” tegasnya.

Tahapan Pelatihan dan Seleksi

Sebelum diberangkatkan, calon pekerja wajib mengikuti serangkaian pelatihan sesuai dengan kebutuhan negara tujuan dan jenis pekerjaan.

Pelatihan keahlian umumnya berlangsung sekitar 30 hari. Khusus penempatan ke Jepang, peserta juga diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama lima hingga enam bulan.

Selain itu, terdapat pelatihan kompetensi khusus sesuai permintaan pekerjaan (job order), seperti pengelasan (welding), pertanian, caregiver (perawat lansia), hingga housekeeping.

Untuk mengatasi kendala biaya keberangkatan, pihak penyelenggara turut menggandeng lembaga keuangan sebagai penyedia dana talangan bagi calon pekerja.

Saat ini proses masih berada pada tahap sosialisasi dan pembukaan pendaftaran. Adapun tahapan seleksi meliputi sosialisasi/workshop, pendaftaran, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan (Medical Check-Up/MCU).

Menurut Nana, negara yang paling banyak diminati oleh calon pekerja asal Bogor saat ini adalah Jepang dan Korea. (Dyn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *