Bogor RayaHomePemerintahan

Tolak Park and Ride, Pedagang Plaza Kirim Petisi ke Walikota

 

BogorUpdate.com – Menolak konsep pembangunan Park and Ride yang akan dilakukan Pemkot Bogor, Pedagang Plaza Bogor mengirimkan petisi yang telah ditandatangani ratusan orang ke Walikota Bima Arya, DPRD Kota Bogor dan PD Pasar Pakuan Jaya.

 

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan, tetapi rencana pembanguna Park and Ride mengancam akan memutuskan mata pencaharian mereka yang telah puluhan tahun mengais rejeki di Plaza Bogor.

 

Pemilik toko sepatu Aji Sunaryo misalnya, ia mengaku telah berjualan puluhan tahun dan memiliki beberapa karyawan, jika Plaza Bogor di bangun Park and Ride maka akan menggusur tempatnya berjualan dan karyawannya akan menganggur.

 

“Kewajiban pemerintah itu mengayomi dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, bukan membangun sepihak tanpa dan mengorbankan pedagang,” kata Aji, kemarin.

 

Diakuinya, Pemkot Bogor melakukan rencana pembangunan tersebut secara sepihak, karena selama itu tidak pernah melibatkan pedagang, jadi ini mutlak keinginan Sang Bima. Maka dari itu kami pedagang Plaza Bogor menolak secara total rencana pembangunan itu,” jelasnya.

 

Dengan mengirimkan petisi penolakan tersebut, pihaknya mengharapkan ada undangan dari Pemerintah Kota, DPRD maupun PD PPJ untuk melakukan dialog, supaya pedagang paham rencana Pemkot kedepan dan Pemkot juga paham keinginan pedagang seperti apa.

 

Sementara Anton Subur salah satu pemilik toko emas di Plaza Bogor mengaku, rencana Pemkot tersebut telah membuat resah dan merugikan pedagang.

 

“Dampak sudah kami rasakan, sekarang warga datang ke pasar bukan untuk membeli emas tapi ramai menjual emasnya, karena mereka ketakutan kalau nanti Plaza Bogor ini dibangun dan toko emasnya pindah mereka tidak bisa menjual emasnya,” kata dia.

 

Dan dia mengaku keberatan atas rencana Pemkot Bogor yang merubah konsep Plaza Bogor menjadi taman dan tempat parkir sebelum ada ajaminan bagi keberlangsungan pedagang.

 

“Kami minta ada kejelasan dulu bagaimana nasib pedagang lebih lanjut, kalau misalnya dibongkar penampungan dimana, pengganti pasarnya yang baru dimana dan aspek harga sebagainya seperti apa. Kalau tidak jelas kami pedagang 100 persen bulat menolak rencana pembangunan park and ride,” tegasnya.

 

Meski merasa kecewa dengan rencana pemerintah, namun dirinya meyakini atas kebijakan Pemkot Bogor terhadap nasib rakyatnya.

 

“Kalau iya jadi pembangunan itu, masa setega itu sama rakyatnya, saya yakin pimpinan yang bijaksana enggak begitu. Dan saya rasa pemda punya kewajiban menyediakan sarana rakyat untuk mencari nafkah,” tandasnya. (As)

 

 

 

 

Editor : Tobing

Exit mobile version