Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

Usmar: Angkot Modern Bukan Program Konversi

×

Usmar: Angkot Modern Bukan Program Konversi

Sebarkan artikel ini

 

BogorUpdate.com – Menyikapi progran angkot modern yang jadi polemik dan disorot banyak pihak, Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman angkat bicara, menurutnya transfortasi berfasilitas lengkap itu tidak masuk kategori konversi.

 

Namun ia berpandangan bahwa hadirnya angkot modern adalah hal yang baik karena menurutnya ini adalah salah satu cara untuk mengurangi angkot yang ada di Kota Bogor.

 

“Kan ada di Perda nya kebijakan moda transportasi kita, konsepnya adalah harus berkurang angkot, atau program rerouting harus jalan juga, tapi, yang utama adalah angkutan masal atau bus pakuan sih,” kata Usmar.

 

Usmar juga menginginkan adanya sinkronisasi antara seluruh stakeholder yang ada antara regulasinya, operatornya, pelaksanaanya dan infrastruknya agar ideal.

 

Kehadiran badan hukum Kodjari di dalam proses konversi tiga angkot menjadi dua angkot ini juga menjadi sorotan Usmar.

 

Sebab menurutnya seharusnya Kodjari berani untuk melakukan konversi tiga angkot menjadi satu bis. Bukan malah angkot menjadi angkot lagi dengan dalih angkot modern.

 

“Harusnya Kodjari menggunakan konsep 3 banding 1 yang dimainkannya, jangan 3 banding 2, dari angkot ke angkot modern. Utamakan konversi angkot ke bus sedang yang didahulukan,” tegasnya

 

Menyikapi angkot modern, Kepala Dishub Rakhmawati menegaskan bahwa tidak ada istilah kebijakan angkot modern di Kota Bogor.

 

Dalam Perda kata dia, hanya tercantum konversi angkot dengan skema 3 banding 1, dan 3 banding 2. Nantinya konversi angkot akan melintas pada 5 TPK yang sudah disediakan. Karena muncul angkot modern dari salah satu badan hukum koperasi angkot, nantinya angkot modern itu akan menempati TPK 1, 4 dan 5, dengan skema 3 banding 2. Sedangkan untuk skema 3 banding 1, akan menempati TPK 2 dan 3, yaitu bus sedang sebagai angkutan masal.

 

Konversi itu TPK ada 5 TPK diantaranya skema 3 angkot banding 1 bus sedang pada TPK 2 dan 3, sedangkan untuk skema 3 banding 2 akan memgambil jalur TPK 1, 4 dan 5.

 

Untuk skema 3 banding 1 bisa mendapatkan subsidi dan sedang diusahakan subsidi di tahun 2019 bisa direalisasikan, sedangkan untuk skema 3 banding 2 tidak mendapat subsidi dari Pemkot Bogor.

 

“Untuk TPK 2 dan 3 yaitu angkutan masal bus sedang memang lambat realisasi, sedangkan TPK 1, 4 dan 5 akan segera jalan yaitu menggunakan angkot modern dari skema 3 banding 2. Dalam konversi tidak mengenal angkot modern, yang ada skema 3 banding 2. Kami berharap seluruh TPK segera berjalan,” tutupnya. (As)

 

 

 

 

Editor : Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *