Bogor, BogorUpdate.com, wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) menghantui warga Kota Bogor. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes), sepanjang Januari hingga Agustus 2025, tercatat ada 408 kasus DBD.
Namun, jumlah ini jauh lebih rendah jika dibandingkan tahun 2024 di periode yang sama dimana penyakit DBD mencapi 2.827 kasus. Pada Januari tercatat ada 68 kasus, Februari sebanyak 67 kasus, Maret sebanyak 51 kasus, April 47 kasus, Mei 47 kasus, Juni 39 kasus, Juli 54 kasus, dan Agustus sebanyak 35 kasus.
“Data ini menjelaskan bahwa kasus DBD di Kota Bogor masih terkendali,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno dalam rilisnya.
Sementara, untuk menekan kasus DBD ini, Dinkes Kota Bogor telah melakukan upaya pengendalian yang mengutamakan pada peningkatan sistem surveilans, pengendalian vector nyamuk, dan kolaborasi lintas sector.
Menurut dia peningkatan sistem surveilans DBD dilakukan melalui penguatan sistem pencatatan dan pelaporan, penyelidikan epidemiologi oleh Puskesmas, pemetaan kasus, dan analisa data. Pengendalian vector nyamuk dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), penyuluhan, larvasidasi, dan fogging focus oleh Puskesmas, kader, dan masyarakat.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menguatkan upaya pencegahan DBD dengan melakukan aksi Gerakan Serentak PSN, penyuluhan, dan pelibatan sumber daya lintas program dan lintas sektor.
“Dampak dari upaya pengendalian serta penguatan lintas sektor tersebut, kasus DBD berhasil menurun mulai bulan April 2024 hingga saat ini,” terangnya.
Dalam mengantisipasi kemungkinan kenaikan kasus DBD di musim penghujan (penghujung tahun 2024 hingga awal tahun 2025), pihaknya terus melakukan monitoring dan melanjutkan upaya pengendalian yang melibatkan puskesmas, rumah sakit, dan lintas sektor.
Pengendalian yang dilakukan, di antaranya dengan enerbitkan Surat Antisipasi Peningkatan Kasus DBD & Chikungunya tahun 2025 untuk Puskesmas dan Rumah Sakit pada 12 Februari 2025
Menerbitkan Surat Edaran Walikota tentang Kewaspadaan Kenaikan Kasus Demam Berdarah Dengue pada Musim Penghujan yang Dimulai pada Bulan November Tahun 2024. Kemudian melaksanakan pertemuan Tatalaksana Infeksi Dengue.
Meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti sesuai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Nyamuk (PSN) secara mandiri satu minggu sekali.
Pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti secara kimiawi dengan melakukan kegiatan Fogging Focus atas indikasi, secara biologis dengan Biolarvasida (Bakteri Pemakan Jentik), dan secara fisika dengan PSN Aedes aegypti
Meningkatkan kecepatan diagnosis DBD dengan menggunakan RDT Combo DBD dan NS-1 yang didistribusikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit.
Melaksanakan pertemuan Optimalisasi penggunaan RDT Combo DBD di Puskesmas serta penatalaksanaan penderita secara adekuat di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah kematian.(ayu/*)






