Babakan Madang, BogorUpdate.com – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor angkat suara pasca insiden meninggalnya seorang peserta dalam ajang trail run bertajuk ‘Lebarun’ di kawasan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, pada Sabtu, (28/3/2026) lalu.
Ketua Kormi Kabupaten Bogor, Rike Iskandar mengatakan bahwa pihaknya tidak dilibatkan pada event lari lintas alam tersebut oleh penyelenggara.
“Ga ada konfirmasi dan koordinasi dengan Kormi,” ujar Rike kepada BogorUpdate.com saat dikonfirmasi via seluler, Selasa, (31/3/2026).
Pria yang akrab disapa Akew itu menyebut, event lari lintas alam merupakan olahraga ekstrem yang memiliki resiko lebih tinggi dibanding olahraga lainnya.
Menurut dia, meninggalnya Rosi Adiputra Firdaus (34) asal warga Bekasi karena kelelahan itu ada kelalaian dari pihak penyelenggara.
Mengingat, tidak adanya ambulans atau tim medis dalam pelaksanaan event Lebarun tersebut.
“Penyelenggara kegiatan trail run yang apapun bentuknya, baik latihan bareng atau kegiatan event resmi itu wajib mempertimbangkan kedaruratan,” katanya.
Oleh karena itu, Akew ingin ke depannya event balap lari lintas alam diperketat dan tidak asal digelar hanya karena faktor animo masyarakat yang tinggi.
“Agar tidak terjadi lagi ke depan kejadian seperti ini, baik di Sentul atau di Indonesia harus ada evaluasi dari yang terkait dengan kegiatan dari ALTI dan kepolisian, agar dapat dibuat suatu juklak dan juknis untuk event trail run, sehingga tidak asal buat event saja,” tutupnya. (Erwin)







