Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

18 Lantai Laboratorium Keamanan Pangan Dibangun di Bogor, Dedie Rachim: Perkuat Kota Sains Kreatif

×

18 Lantai Laboratorium Keamanan Pangan Dibangun di Bogor, Dedie Rachim: Perkuat Kota Sains Kreatif

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota Bogor terus memantapkan visinya sebagai Kota Sains Kreatif yang maju dan berkelanjutan.

Langkah ini semakin nyata seiring dengan prosesi penutupan atap (topping off) gedung laboratorium keamanan pangan 18 lantai, SIG Tower (Saraswanti Indogenetech), di Jalan Perdana Raya Budi Agung, Kecamatan Tanah Sareal, pada Senin (12/10/2026).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi pencapaian Saraswanti Group sebagai perusahaan asli Bogor yang telah berdiri sejak tahun 2001.

Dedie menilai kehadiran fasilitas megah tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap pembukaan lapangan pekerjaan.

“Ini patut kita banggakan. Hari ini kita melaksanakan topping off untuk sebuah bangunan laboratorium 18 lantai yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Apalagi, saat ini sudah banyak tenaga kerja yang direkrut dari sekitar wilayah Bogor dan para lulusan perguruan tinggi di Kota Bogor,” ujar Dedie.

Lebih lanjut, Dedie menegaskan bahwa SIG Tower akan melengkapi ekosistem sains di Kota Hujan.

“Selain laboratorium keamanan pangan di kawasan ini, insya Allah tahun ini juga akan selesai fasilitas gen bank (genom lab) di kawasan Merdeka. Infrastruktur ini memastikan ke depan Bogor benar-benar menjadi kota sains kreatif yang maju dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Teknis PT Saraswanti Indogenetech sekaligus Pimpinan Proyek SG Tower, Dwi Yulianto Laksono, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini ditujukan sebagai penambahan kapasitas dari laboratorium mereka yang saat ini sudah beroperasi di area Rasamala.

“Proyek ini sudah mulai groundbreaking sejak Juni 2025. Setelah 16 bulan pengerjaan, hari ini kita lakukan topping off, dan kami targetkan fasilitas ini selesai sepenuhnya pada awal Januari 2028,” urai Dwi.

Gedung ketiga milik Saraswanti ini nantinya akan berfokus pada laboratorium kimia dan instrumen untuk analisa keamanan pangan, kesehatan, farmasi (obat tradisional), hingga kosmetik. Dwi menargetkan gedung baru ini akan menampung okupansi sekitar 800 karyawan.

Di samping menyerap tenaga kerja profesional, pihaknya juga rutin membuka kesempatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan magang bagi siswa SMK, D3, hingga S1 setiap tahunnya.

Menilik portofolio klien, Dwi memaparkan bahwa fasilitas lab ini menjadi rujukan pemain-pemain besar berskala nasional maupun internasional.

“Sekitar 90 persen klien kami adalah produsen dan importir. Dari angka tersebut, 65 persennya fokus di industri makanan dan minuman, sementara sisanya untuk obat tradisional, kosmetik, dan alat kesehatan, khususnya untuk mengurus izin edar seperti MD dan ML agar bisa didistribusikan di Indonesia,” jelasnya.

Menariknya, lokasi strategis di Tanah Sareal ini pada mulanya tidak diperuntukkan bagi fasilitas laboratorium.

“Sejarahnya tanah ini diakuisisi untuk pembangunan hotel, namun dialihfungsikan menjadi laboratorium mengikuti kebijakan manajemen. Pemilihan lokasi di kotamadya ini sangat tepat karena dari sisi akses jauh lebih mudah dijangkau oleh customer kami yang mayoritas berpusat di wilayah Jabodetabek,” pungkas Dwi. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *