Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

HIV AIDS di Kabupaten Bogor Capai 814 Kasus

×

HIV AIDS di Kabupaten Bogor Capai 814 Kasus

Sebarkan artikel ini

Tertinggi Kedua di Jawa Barat

Hari peringatan HIV-AIDS sedunia digelar di gedung Serbaguna, Cibinong, Bogor. (Foto: Erwin)

Cibinong, BogorUpdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, mencatat pada 2024 hingga triwulan pertama 2025, penderita HIV/AIDS mencapai 814 kasus.

Dari total tersebut, 216 di antaranya merupakan usia remaja, dengan rentang umur 15 hingga 24 tahun.

Ketua Yayasan Lembaga Kajian Strategis (Lekas) Muksin Zaenal Abidin mengatakan, angka tersebut telah menempatkan Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi kedua di Jawa Barat.

Menurut Muksin, remaja merupakan kelompok rentan, tapi sekaligus agen perubahan yang sangat potensial.

“Dengan pengetahuan dan pelibatan aktif, mereka bisa menjadi pelopor pencegahan HIV/AIDS di lingkungan masyarakat,” ujar Muksin dalam kegiatan Diklat dan Pembentukan Kelompok Remaja Peduli HIV/AIDS di Aula Universitas Djuanda (Unida) Bogor.

Muksin menjelaskan, diklat ini ini merupakan respon konkret atas peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan usia muda.

Dalam pelaksanaannya melibatkan sebanyak 200 pelajar SMA/SMK dari 15 kecamatan se Kabupaten Bogor.

Diadakan sebagai bagian upaya edukasi dan pembentukan jejaring remaja peduli HIV/AIDS, juga langkah strategis dan komprehensif untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di kalangan usia produktif.

“Ini sebagai salah satu langkah strategis dalam promosi dan sosialisasi pencegahan bahaya penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Bogor. Juga sebagai langkah pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan HIV/AIDS di kalangan remaja dan pemuda,” kata Muksin.

Lebih lanjut, program ini mengedepankan pendekatan edukasi teman sebaya dan partisipatif, serta akan dilanjutkan melalui platform digital dan kampanye berkelanjutan.

Melalui pelibatan aktif remaja, Kabupaten Bogor berharap dapat mencetak generasi muda yang peduli, berdaya, dan siap menjadi agen perubahan dalam pencegahan HIV/AIDS menuju Indonesia Emas 2045 yang sehat dan inklusif.

“Dari kegiatan ini ditargetkan terbentuk minimal lima kelompok remaja peduli HIV-AIDS, serta tersusunnya laporan monitoring sebagai dasar program lanjutan. Kedepannya monitoring dan evaluasi akan dilakukan tiga bulan pasca kegiatan,” imbuh Muksin.(ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *