Scroll untuk baca artikel
BeritaBogor RayaHome

Puskesmas Ciomas Luncurkan Podcast Kesehatan

×

Puskesmas Ciomas Luncurkan Podcast Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Ciomas, Kabupaten Bogor, meluncurkan Podcast Kesehatan masyarakat. (Pemkab Bogor)

Ciomas, BogorUpdate.com – Menyasar generasi digital yang lebih akrab dengan teknologi, Puskesmas Laladon meluncurkan inovasi penyuluhan kesehatan berbasis audio digital bertajuk Podcast Kesehatan Laladon (Podckesla).

Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan rendahnya partisipasi masyarakat dalam penyuluhan konvensional, khususnya di kalangan remaja dan usia produktif.

Melalui Podckesla, informasi seputar kesehatan kini bisa diakses kapan pun dan di mana pun, cukup lewat gawai. Konten disiarkan melalui platform populer seperti Spotify, YouTube, dan media sosial, menghadirkan materi edukatif dengan bahasa ringan, lugas, dan penuh semangat.

Kepala Puskesmas Laladon, dr. Ade Irawati Rahadjeng mencatat, sepanjang 2023 hanya sekitar 27 persen target audiens yang mengikuti penyuluhan tatap muka.

Semenara, kalangan remaja dan pekerja aktif partisipasinya di bawah 10 persen. Menurutnya, fenomena ini mendorong lahirnya Podckesla, yang hadir untuk menyampaikan pesan kesehatan dalam format yang lebih segar dan mudah diakses.

“Podckesla bukan sekadar podcast, tapi bentuk adaptasi layanan promotif yang sesuai dengan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini,” ujar Ade.

Ade menjelaskan, Podckesla membahas beragam isu penting mulai dari kesehatan reproduksi, gizi keluarga, imunisasi, kesehatan jiwa, hingga layanan puskesmas.

Narasumbernya tidak hanya dari tenaga kesehatan, tetapi juga melibatkan pelajar, kader kesehatan, dan komunitas lokal, agar lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Harapan kami, edukasi kesehatan bisa menjadi bagian dari keseharian, sama seperti mendengar musik atau berita. Cukup dengan mendengarkan, masyarakat bisa makin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” lanjut Ade.

Ade menerangkan, Puskesmas Laladon menargetkan produksi minimal dua episode per bulan, dengan harapan dapat menjangkau 2.000 pendengar aktif setiap bulannya.

Inisiatif ini turut mendukung arah transformasi layanan primer yang berbasis digital, sebagaimana didorong Kementerian Kesehatan.(ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *