Kota Bogor, BogorUpdate.com – Setelah melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor, perwakilan sopir dan pengusaha angkot akhirnya diterima oleh Asisten Daerah (Asda) Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eko Prabowo.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan menghasilkan beberapa poin penting terkait tuntutan para sopir.
Koordinator aksi, Rusdian, mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena pemerintah bersikap koperatif dan berjanji menampung aspirasi para pengemudi.
“Alhamdulillah, respon beliau kepada kami pemilik, pengemudi, dan pengurus sangat koperatif dan akan mendukung aspirasi kami,” ujar Rusdian seusai pertemuan.
Salah satu hasil penting dari pertemuan itu adalah penghentian sementara penangkapan dan pengandangan angkot oleh petugas.
“Yang lebih penting dari itu adalah penangkapan dan pengandangan angkutan kota akan dihentikan. Itu permintaan kami di dalam, dan akan disampaikan ke Wali Kota,” tegasnya.
Menurut Rusdian, selama ini sudah ada puluhan unit angkot yang ditangkap dan dikandangkan, bahkan sebagian disertai surat tilang dari dinas. Ia menilai tindakan tersebut menyalahi aturan.
“Mobil yang dikandangi kan sudah ada puluhan, ditangkap begitu aja. Walaupun ada yang dikasih surat tilang, itu tetap menyalahi aturan. Kami protes itu,” jelasnya.
Para sopir juga menegaskan bahwa mereka menuntut agar angkot yang sudah dikandangkan segera dikembalikan.
“Kami meminta dengan tegas, kalau besok atau Sabtu mobil yang dikandangkan tidak dikeluarkan, maka hari Senin kami akan geruduk kedinas,” ancam Rusdian.
Terkait isu penghapusan angkot, Rusdian menyatakan pihaknya menolak tegas kebijakan tersebut. Namun, jika hanya sebatas reduksi atau peremajaan, pihaknya masih bisa menerima dengan catatan tidak harus menggunakan mobil baru.
“Kalau penghapusan jelas kami tolak. Kalau reduksi tidak bisa dihentikan, tapi kami minta peremajaan jangan dengan mobil baru. Yang penting usia mobil masih di atas 20 tahun, misalnya keluaran 2015 atau 2017. Karena kalau mobil baru, kami tidak sanggup. Tidak semua punya duit,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Asda Eko Prabowo hadir mewakili Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Kepala Dinas Perhubungan yang tengah bertugas di luar.
“Tadi yang di dalam itu bapak Eko, kebetulan beliau mantan kadis. Katanya wali kota, wakil wali kota, dan kepala dinas sedang keluar. Ya kami terima saja, yang penting aspirasi kami disampaikan,” tutup Rusdian. (**)













