Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memimpin rapat koordinasi TP2K Kota Bogor yang digelar di Balai Kota Bogor, Kamis (30/10/25). (Foto: Abizar)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memimpin rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Kemiskinan (TP2K) Kota Bogor yang digelar di Balai Kota Bogor, Kamis (30/10/25).
Rapat tersebut dihadiri oleh dua narasumber dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat dan BUSDATIN, serta sejumlah perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Dalam rapat tersebut, Jenal menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memastikan seluruh program penanganan kemiskinan di daerah berjalan sesuai dengan Data Sen (Instruksi Presiden Nomor 4) sebagai acuan resmi pemerintah pusat.
“Rapat koordinasi sore ini cukup strategis karena acuan kita di daerah menggunakan Data Sen. Data ini menjadi rujukan nasional dalam melihat perkembangan angka kemiskinan di seluruh Indonesia,” ujar Jenal.
Jenal menjelaskan, Pemkot Bogor telah menjalankan berbagai intervensi anggaran dan program sosial untuk mengurangi beban masyarakat. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan belanja pendidikan lebih dari 20 persen, alokasi anggaran kesehatan dan infrastruktur, program padat karya, hingga pelaksanaan job fair untuk membuka peluang kerja baru.
Ia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut harus tercatat secara akurat agar hasilnya terukur dalam penurunan angka kemiskinan berdasarkan data nasional.
“Kita ingin ikhtiar yang sudah kita lakukan ini terrekap dalam upaya pengurangan angka kemiskinan yang tercantum dalam data resmi. Karena sering kali kita sudah bantu masyarakat, tapi tidak masuk dalam Data Sen sehingga tidak tercatat sebagai intervensi,” jelasnya.
Jenal juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Bogor terus menunjukkan tren penurunan. Dari 6,55 persen pada tahun 2024, kini turun menjadi 5,34 persen, atau sekitar 60 ribu jiwa, setelah sebelumnya sempat mencapai 99 ribu jiwa pada masa pandemi COVID-19.
“Alhamdulillah angka kemiskinan Kota Bogor terus menurun. Tapi upaya ini tidak boleh berhenti. Kita tetap membutuhkan partisipasi publik untuk melaporkan warga yang hidup di bawah garis kemiskinan agar segera terdata,” ujarnya.
Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penurunan Stunting dan Kemiskinan Kota Bogor, Jaenal berharap rapat ini dapat menghasilkan sinkronisasi data dan sasaran bantuan agar setiap program intervensi benar-benar tepat sasaran sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
“Setelah rapat ini, kita ingin ada kesamaan persepsi dan sinkronisasi data. Sehingga bantuan dan intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan Data Sen dan regulasi yang berlaku,” pungkasnya. (**)













