Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Citeureup Berbenah, Pemkab Bogor Bangun Area PKL dan Perbaiki Drainase Ruko Pangeran Sake

×

Citeureup Berbenah, Pemkab Bogor Bangun Area PKL dan Perbaiki Drainase Ruko Pangeran Sake

Sebarkan artikel ini
Lapak PKL di Ruko Pangeran Sake, Citeureup Indah yang dibangun oleh DPKPP Kabupaten Bogor. (Ajis | Bogorupdate)

Citeureup, BogorUpdate.com – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) terus melanjutkan program penataan wilayah perkotaan.

Kali ini, kawasan Kecamatan Citeureup menjadi fokus pembenahan dengan dua proyek berjalan bersamaan, pembangunan area pedagang kaki lima (PKL) dan perbaikan drainase di sekitar Ruko Pangeran Sake, Citeureup Indah.

Langkah ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan ruang ekonomi rakyat yang tertib, bersih, dan berkelanjutan.

Kawasan yang sebelumnya terkesan semrawut dengan lapak tidak beraturan dan sering tergenang air saat hujan, kini mulai bertransformasi menjadi pusat aktivitas niaga yang lebih tertata dan nyaman.

Berdasarkan data proyek, pembangunan area PKL Citeureup dikerjakan oleh CV. Tjandra Winata Karya dengan nilai kontrak Rp228,7 juta dari APBD 2025, dan waktu pelaksanaan 60 hari kerja.

Adapun perbaikan drainase ruko di kawasan yang sama dilaksanakan oleh CV. Muda Berkarya Lestari dengan nilai Rp145,8 juta, juga berdurasi 60 hari kerja.

Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menyebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program penataan wilayah perdagangan rakyat yang menjadi prioritas Pemkab Bogor.

“Kami ingin menata kawasan perdagangan agar lebih tertib, aman, dan bersih. Pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun estetika kota,” ujar Eko, Selasa (11/11/2025).

Ia menegaskan, pelaksanaan proyek harus tepat mutu, tepat waktu, dan transparan, mengingat manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Kami sudah mengingatkan seluruh pihak pelaksana untuk bekerja sesuai spesifikasi teknis. Tidak boleh ada pengurangan volume atau kualitas bahan. Konsultan pengawas juga kami minta untuk melakukan pengawasan secara ketat di setiap tahap pekerjaan,” tegasnya.

Selain memperbaiki tata ruang kawasan, pembangunan drainase juga menjadi perhatian utama agar kawasan perdagangan terhindar dari genangan air dan banjir lokal.

“Dengan perbaikan drainase, pedagang dan pengunjung bisa beraktivitas tanpa khawatir saat hujan deras,” tambah Eko.

Langkah penataan ini disambut positif oleh masyarakat sekitar. Warga menilai keberadaan area PKL yang tertata akan memberikan ruang usaha yang lebih layak dan aman.

“Kalau sudah ada tempatnya, kami bisa jualan dengan tenang, nggak khawatir digusur atau kehujanan,” kata Dedi, salah satu pedagang di sekitar lokasi.

Selain meningkatkan kenyamanan, proyek ini juga diharapkan menghidupkan kembali sektor ekonomi lokal.

Dengan sarana perdagangan dan infrastruktur yang tertata, kawasan Citeureup diharapkan tumbuh menjadi lingkungan usaha yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Yang kami kejar bukan sekadar pekerjaan selesai, tapi hasilnya benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” tutup Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *