Ciawi, BogorUpdate.com – Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak mengalami peningkatan signifikan pada Sabtu (27/12/2025), seiring tingginya tingkat hunian hotel pasca-libur Natal.
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP R. Rizky Guntama Ganda Permana, mengatakan okupansi hotel di kawasan Puncak mencapai sekitar 70 persen atau setara dengan kurang lebih 5.000 kamar.
Tingginya tingkat hunian tersebut berbanding lurus dengan volume kendaraan yang masuk ke kawasan wisata.
“Jika satu kamar diasumsikan satu kendaraan, berarti ada sekitar 5.000 kendaraan yang menginap di Puncak. Hingga pagi tadi saja sudah tercatat sekitar 3.000 kendaraan masuk melalui Gerbang Tol Ciawi. Jadi peningkatannya sangat signifikan dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Rizky, kelancaran arus lalu lintas di jalur Puncak saat ini juga terbantu oleh kebijakan pembatasan operasional angkutan kota. Dengan skema kompensasi yang telah diterapkan oleh Dinas Perhubungan, jalur utama Puncak menjadi lebih tertib dan mudah diurai.
“Efeknya sangat terasa. Tidak ada angkot yang berhenti di pinggir jalan untuk menaikkan penumpang, sehingga jalur benar-benar digunakan oleh kendaraan yang menuju lokasi wisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil rapat koordinasi sektoral antara Polres Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP menyepakati pemberlakuan Car Free Night pada malam pergantian tahun.
Penutupan arus lalu lintas di kawasan Puncak akan dilakukan secara bertahap mulai sore hingga malam hari, dan pada pukul 21.00 WIB jalur Puncak akan ditutup total bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain kawasan Puncak, Car Free Night juga akan diterapkan di wilayah Cibinong, tepatnya di Jalan Tegar Beriman, dengan pola pengaturan lalu lintas menyerupai Car Free Day. Arus kendaraan akan dialihkan dari Simpang Bappenda hingga depan Kantor Pertamanan.
Untuk mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas dan sistem satu arah, pihak kepolisian juga menjalin koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia.
Melalui koordinasi tersebut, pihak hotel memberikan kelonggaran kepada tamu, seperti perpanjangan waktu check-out atau potongan harga di restoran bagi wisatawan yang terdampak rekayasa lalu lintas.
“Setiap rencana one way selalu kami sampaikan lebih awal kepada pihak hotel. Alhamdulillah koordinasi berjalan baik sehingga wisatawan bisa menyesuaikan waktu perjalanan,” tutupnya. (Abizar)







