Nanggung, BogorUpdate.com – Pembangunan Jalan Nirmalasari di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa.
Infrastruktur yang kini mulus tersebut dinilai menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat selama lebih dari 80 tahun sejak Indonesia merdeka.
Perbaikan jalan yang dilakukan di masa kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto disebut membawa perubahan signifikan bagi wilayah yang selama ini dikenal terisolasi, meski berada di kawasan strategis kaki Gunung Halimun Salak.
Fakih Mukodam, perwakilan mahasiswa, menegaskan bahwa kondisi jalan rusak selama puluhan tahun bukan sekadar persoalan teknis, melainkan simbol ketimpangan pembangunan.
“Selama lebih dari 80 tahun sejak Indonesia merdeka, masyarakat Malasari hidup dengan akses jalan yang jauh dari kata layak. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keadilan pembangunan,” ujarnya, Selasa (24/3/26).
Ia menilai, perubahan yang terjadi saat ini merupakan momen penting bagi masyarakat Malasari yang selama ini merasa terpinggirkan.
“Hari ini kita melihat wajah baru Malasari. Jalan yang dulu penuh batu dan lumpur, sekarang sudah mulus. Ini bukan sekadar pembangunan, ini jawaban atas doa panjang masyarakat,” katanya.
Menurut Fakih, dampak pembangunan jalan langsung terasa, terutama pada sektor ekonomi dan pariwisata. Ia menyoroti meningkatnya kunjungan wisatawan ke kebun teh Nirmala saat libur Lebaran.
“Ketika akses terbuka, ekonomi langsung bergerak. Wisatawan mulai berdatangan, UMKM hidup, petani juga lebih mudah distribusi hasilnya. Ini bukti nyata bahwa infrastruktur adalah kunci,” ungkapnya.
Ia juga menilai, Malasari kini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Bogor.
“Dulu Malasari hanya jadi penonton di balik bukit. Sekarang, Malasari sudah mulai bersaing dengan kawasan Puncak sebagai destinasi wisata baru,” ucapnya.
Fakih menambahkan, langkah Bupati Bogor yang memprioritaskan wilayah terpencil patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat pinggiran.
“Membangun pusat kota itu biasa. Tapi menjangkau wilayah yang selama ini terisolasi seperti Malasari, itu luar biasa. Ini bentuk pemerataan yang nyata,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jalan yang dibangun bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan memiliki dampak sosial yang luas.
“Jalan ini bukan hanya beton. Ini adalah jembatan harapan bagi petani, pelaku UMKM, dan anak-anak sekolah di pelosok Nanggung,” ujarnya.
Meski demikian, mahasiswa tetap menegaskan peran kritis mereka dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah.
“Kami tentu akan terus mengawal. Apresiasi harus diberikan, tapi pengawasan juga harus tetap berjalan agar pembangunan ini berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap, pembangunan serupa dapat terus dilakukan di wilayah lain yang masih tertinggal.
“Jangan sampai masih ada wilayah di Bogor yang merasa terasing di tanahnya sendiri. Semangat membangun dari pinggiran ini harus terus dijaga,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Fakih menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Bupati Bogor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor. Setelah 80 tahun sejak merdeka, akhirnya Malasari merasakan pembangunan yang nyata,” tutupnya.
Pembangunan Jalan Nirmalasari kini tidak hanya memperlancar akses transportasi, tetapi juga menjadi simbol berakhirnya keterisolasian Desa Malasari, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.







