Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

PTPN Cikasungka Bantah Sengaja Cemari Sungai, Sebut Longsor IPAL Akibat Bencana Alam

×

PTPN Cikasungka Bantah Sengaja Cemari Sungai, Sebut Longsor IPAL Akibat Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Manager PKS Cikasungka PTPN IV Regional I, Alfi Andrianto saat memberi keterangan. (Foto: Muhammad)

Jasinga, BogorUpdate.com – Akibat longsor yang terjadi di kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PTPN IV Regional I PKS Cikasungka, pihak perusahaan membantah dugaan pencemaran sungai terjadi karena unsur kesengajaan. Perusahaan menegaskan insiden tersebut dipicu faktor bencana alam.

Saat ini, perusahaan tengah melakukan percepatan penanganan dan perbaikan menyeluruh di area IPAL yang terdampak longsor.

Manager PKS Cikasungka PTPN IV Regional I, Alfi Andrianto mengatakan, pihaknya terus melakukan langkah penanganan intensif pasca longsor yang terjadi pada 16 April 2026 lalu.

“Saat ini bersama tim teknis operasional dan lingkungan, perusahaan masih terus melakukan normalisasi kolam IPAL,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Menurut Alfi, proses normalisasi dilakukan secara bertahap karena terkendala faktor cuaca. Kondisi tersebut mempengaruhi efektivitas dan durasi pekerjaan di lapangan.

“Sehingga proses normalisasi dilakukan secara hati-hati agar hasil yang dicapai lebih optimal, aman, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain penanganan jangka pendek, PTPN PKS Cikasungka juga mengajukan program Land Application sebagai langkah pengelolaan limbah cair yang lebih berkelanjutan.

Program tersebut nantinya memanfaatkan limbah hasil pengolahan untuk aplikasi di area perkebunan kelapa sawit milik perusahaan sesuai regulasi lingkungan yang berlaku.

Di sisi lain, perusahaan juga tetap menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak.

Pada 20 April 2026, manajemen PKS Cikasungka telah memfasilitasi kebutuhan sarana air bersih dan MCK masyarakat di Kampung Mede dan Kampung Tarikolot, Desa Mekarjaya, Cigudeg.

Selain itu, pada 2025 perusahaan membangun tujuh titik sumur bor di Desa Mekarjaya. Untuk tahun 2026, perusahaan juga mengajukan tambahan pembangunan sumur bor melalui program CSR yang saat ini masih dalam tahap evaluasi dan menunggu persetujuan pimpinan pusat.

Tak hanya itu, perusahaan turut melakukan penebaran 10 ribu benih ikan nila dan tawes di Sungai Cikalong dan Sungai Cidurian pada 9 Mei 2026.

Menurut Alfi, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap ekosistem sungai sekaligus menepis isu dugaan ikan mati akibat pencemaran dari tanggul IPAL yang longsor.

“Melalui langkah-langkah tersebut, manajemen PKS Cikasungka menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan sistem pengelolaan lingkungan, menjaga kelestarian alam, memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar, serta memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Muhammad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *