Menko PMK, Pratikno bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti didampingi Wali Kota Bogor Dedie Rachim juga Kepala Disdik Kota Bogor Herry Karnadi meresmikan gedung SDN Cimahpar 5, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara pada Rabu (10/6/26). (Abizar/Bogorupdate)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti didampingi Wali Kota Bogor Dedie Rachim juga Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Herry Karnadi meresmikan gedung SDN Cimahpar 5, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara pada Rabu (10/6/26).
Menko PMK, Pratikno menuturkan, bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Jadi perintahnya Bapak Presiden bahwa SDM unggul itu harus terus ditingkatkan kualitas kesehatan dan juga pendidikan. Dibidang pendidikan ini banyak sekali programnya. Ada IFP, ada revitalisasi sekolah dan banyak program yang lain lagi,” ungkap Pratikno kepada wartawan.
Pratikno mengapresiasi pelaksanaan revitalisasi di SDN Cimahpar 5 yang menggunakan skema swakelola atau melibatkan lingkungan sekitar dalam pembangunannya. Jadi gedung sekolah yang bagus ini, anggarannya sekitar Rp2,6 miliar dibangun secara swakelola oleh panitia lokal dengan pengawasan.
“Sumber dana bantuan dari Kemendikdasmen, dari Pemkot dan lain-lain, Ini luar biasa dengan anggaran itu sudah jadi peningkatan tadinya satu lantai jadi dua lantai. Sudah bagus ya,” terangnya.
Pratikno menjelaskan, bahwa setelah dilakukan revitalisasi, harapannya peningkatan kualitas tidak berhenti dari sisi infrastruktur saja, tapi juga kualitas pembelajaran. Selain penambahan ruang kelas, revitalisasi juga mencakup pembangunan ruang guru, toilet, laboratorium, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta pengadaan furnitur baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Ruang kelas bertambah dari lima menjadi sembilan. Semua fasilitas penting seperti ruang guru, toilet, laboratorium, dan UKS sudah dipenuhi dari anggaran yang tersedia. SDN Cimahpar 5 juga menjadi salah satu sekolah yang memperoleh bantuan layar Smart TV dari Kemendikdasmen untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi,” jelasnya.
Pratikno memaparkan, papan tulis konvensional di sejumlah kelas kini telah digantikan dengan layar Smart TV yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif.
Di tempat yang sama, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menuturkan, bahwa Presiden Prabowo Subianto berpesan agar para peserta didik Indonesia untuk terus mengejar cita-cita.
“Pak Presiden berpesan agar kalian jadi anak-anak Indonesia yang rajin. Kalian semuanya harus jadi anak-anak yang hebat. Bercita-cita yang mulia. Bercita-cita yang tinggi. Jangan rendah diri. Jangan penakut. Jangan mudah menyerah. Hanya karena kalian bukan anak Jakarta. Hanya karena bukan orang kota. Kalian harus percaya diri. Karena kalian semuanya punya kemampuan,” ungkap Abdul.
Ditempat yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim berharap revitalisasi di SDN Cimahpar 5 ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para siswa dan juga tenaga kependidikan.
“Mudah-mudahan sekolahnya jadi semakin nyaman, semakin enak belajarnya, semakin cerdas dan kita doakan para pemimpin kita Pak Presiden, Pak Menteri, semua pejabatnya sehat dan amanah,” tutur Dedie didampingi Wakilnya Jenal Mutaqin.
Kepala Disdik Kota Bogor Herry Karnadi menuturkan, revitalisasi SDN Cimahpar 5 ini pertama diluncurkan metode swakelola pembangunan sekolah dari anggaran kementerian dan bisa jadi percontohan. Ini ditangani langsung presiden dan menteri pendidikan. Disini paling besar anggarannya dibanding sekolah lain. Kepala sekolah yang langsung menjadi pimpinan proyeknya, mulai dari pemilihan bahan penunjukan konsultan melalui ekatalog.
“Jadi semuanya mengikuti prosedur yang ditentukan kementerian. Jadi kalau selama ini pembangunan melalui tranfer daerah, bantuan keuangan atau bantuan barang melalui pemerintah pusat ke pemerintah daerah jadi ini mandiri dilakukan atau diujicoba,” bebernya
“Metode ini sekarang dilanjutkan agar lebih efisien. Dari Rp2,6 miliar cukup banyak perubahan ruang kelas, ruang guru, laboratorium dan UKS di penuhi termasuk furnitur. Dibangun ulang,” terang Herry. (Abizar)












