Scroll untuk baca artikel
Home

Upacara HJB ke-544, Dedie Rachim Ajak Kolaborasi Wujudkan Bogor Maju dan Lestari

×

Upacara HJB ke-544, Dedie Rachim Ajak Kolaborasi Wujudkan Bogor Maju dan Lestari

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544 pada Rabu, 3 Juni 2026.

Momentum tahunan ini menjadi ajang penting bagi jajaran pemangku kebijakan untuk merefleksikan kembali sejarah panjang kota, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membangun daerah ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

Penetapan Hari Jadi Bogor pada tanggal 3 Juni ini merujuk langsung pada peristiwa bersejarah diangkatnya Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) menjadi Raja Sunda Pakuan Pajajaran pada tanggal 3 Juni 1482 silam.

Pada perayaan tahun 2026 ini, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi mengusung tema “Bogor Nanjeur”. Dalam bahasa Sunda, nanjeur memiliki arti tumbuh, bersemi, berakar kuat, kokoh, dan lestari.

“Peringatan Hari Jadi Bogor tahun ini mengusung tema ‘Bogor Nanjeur’. Dalam bahasa Sunda, nanjeur berarti tumbuh, bersemi, berakar kuat, kokoh, dan lestari. Tema ini mencerminkan harapan sekaligus tekad kita bersama agar Bogor terus maju dan berkembang, baik secara fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya,” ungkap Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam sambutannya.

Dedie mendorong agar kemajuan pembangunan ekonomi Kota Bogor ke depan berjalan seiringan dengan pelestarian lingkungan serta kearifan lokal. Pertumbuhan kota dipastikan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kualitas alam yang selama ini menjadi kekuatan serta identitas utama Kota Bogor.

“Kemajuan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kualitas alam yang menjadi kekuatan dan identitas Kota Bogor. Kita juga harus menjaga serta memelihara budaya dan kearifan lokal sebagai akar identitas yang memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” tegas Dedie.

Ia menyampaikan, selama beberapa tahun terakhir, Pemkot Bogor terus melakukan berbagai upaya percepatan di sejumlah sektor, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, ekonomi, hingga lingkungan hidup.
Pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik, Dedie menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memperbaiki jalan, menata ruang-ruang publik, mengembangkan sistem transportasi massal yang lebih baik bagi mobilitas masyarakat, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan melalui teknologi digital.

“Di Sektor Infrasdigital, Kita terus memperbaiki jalan, menata ruang-ruang publik, dan mengembangkan sistem transportasi massal yang lebih baik bagi masyarakat. Sektor Pelayanan Publik Kita berusaha meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan administrasi agar lebih cepat, mudah, dan transparan,” urainya.

Di samping itu, penguatan sektor ekonomi dan pelestarian lingkungan juga terus digenjot dengan memberikan dukungan penuh kepada para pelaku UMKM, memperkuat pasar rakyat, mengembangkan pariwisata berbasis budaya, serta mendorong program penghijauan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Pada Sektor Ekonomi, Pemerintah terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, memperkuat pasar rakyat, serta mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Sektor Lingkungan Hidup: Berbagai program penghijauan, konservasi sumber daya alam, serta pengelolaan sampah terus kita dorong sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan Kota Bogor,” tambahnya.

Demi mengoptimalkan capaian tersebut, Dedie mengingatkan kembali seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparat pemerintah kota untuk memberikan pelayanan yang profesional, cepat, serta bersih dari praktik korupsi.

“Kepada seluruh ASN dan aparat pemerintah kota, saya mengingatkan kembali bahwa tugas utama kita adalah melayani masyarakat. Berikan pelayanan yang prima: cepat, transparan, profesional, dan bebas serta jauh dari praktik-praktik korupsi,” cetus Dedie.

Pembangunan Kota Bogor ditegaskan bukan hanya menjadi tanggung jawab jajaran birokrasi, melainkan sebuah kewajiban bersama melalui pemenuhan unsur kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.
“Pembangunan Kota Bogor bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah kewajiban bersama.

Pemerintah bertugas memfasilitasi, masyarakat berpartisipasi aktif, dan sektor swasta berinvestasi untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan,” terangnya.

Masyarakat pun diimbau oleh Dedie untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program kota, mulai dari kerja bakti lingkungan, penghijauan, hingga mendukung produk lokal dengan cara membeli produk UMKM dan meramaikan pasar tradisional.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan mendukung produk lokal. Belilah produk UMKM Bogor, ramaikan pasar tradisional, dan dukung berbagai festival budaya serta pasar tradisional yang menjadi kebanggaan daerah kita. Dengan demikian, roda ekonomi lokal akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” paparnya.

Sementara bagi para pelaku usaha dan investor, Dedie secara terbuka mengundang penanaman modal yang ramah lingkungan dengan jaminan kemudahan perizinan serta kepastian regulasi yang kompetitif.
“Kepada para pelaku usaha dan investor, saya mengundang Anda untuk terus berinvestasi di Kota Bogor melalui berbagai usaha yang ramah lingkungan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kemudahan perizinan, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan memberikan kepastian regulasi demi menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif,” serunya.

Di akhir upacara, apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh jajaran panitia, aparat keamanan, relawan, komunitas, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membawa panji kebanggaan Kota Bogor.

Wali Kota Dedie Rachim memberikan apresiasi khusus kepada petugas lapangan yang tetap berdiri tegak selama upacara, mulai dari personel BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), Bakesbangpol, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, unsur TNI-Polri, tim Korps Musik (Korsik), hingga Komandan Upacara Pak Eko Pramono.

“Pagi ini kita bisa melihat para pimpinan OPD membawa panji kebanggaan Kota Bogor. Terima kasih, tepuk tangan untuk kita semua. Berdiri tegak Bogor Nanjeur, tidak bergerak dari tadi, luar biasa! Mudah-mudahan tidak ada yang pingsan,” ucap Dedie.

Setelah upacara selesai, rangkaian peringatan HJB ke-544 dilanjutkan dengan agenda menerima tamu kehormatan, Wakil Gubernur Jawa Barat, untuk bersama-sama mengikuti Rapat Paripurna Istimewa di gedung DPRD Kota Bogor.

“Hari ini kita akan melaksanakan rangkaian kegiatan berikutnya. Jadi setelah ini, kita akan menerima tamu kehormatan, Wakil Gubernur Jawa Barat, yang akan membersamai kita dalam kegiatan Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Bogor yang ke-544,” tuturnya.

Sebagai penutup rangkaian upacara, Dedie menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila dalam proses dinamika pembangunan selama ini masih belum mampu memenuhi seluruh ekspektasi dan keinginan lapisan masyarakat secara instan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jajaran pemangku kebijakan terus bergerak aktif melakukan pembenahan di berbagai lini infrastruktur dan pelayanan.

“Tentu Pemerintah Kota Bogor pun menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses rangkaian pembangunan masih belum memenuhi seluruh keinginan masyarakat. Namun insyaallah, kita tidak sedang berpangku tangan, kita tidak sedang termenung, tetapi kita sedang bekerja keras untuk bagaimana mewujudkan Bogor Beres, Bogor Maju,” pungkas Dedie. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *