Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

HUT ke-58 ORARI Kota Bogor, Dedie Rachim Tekankan Pentingnya Radio Amatir Saat Krisis

×

HUT ke-58 ORARI Kota Bogor, Dedie Rachim Tekankan Pentingnya Radio Amatir Saat Krisis

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Bogor sukses merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-58 pada Sabtu (11/7/2026).

Mengusung tema “Merawat Silaturahmi dan Tradisi Amatir Radio”, kegiatan syukuran ini berlangsung khidmat di Sekretariat ORARI Lokal Kota Bogor, Jalan Medika 1A No. 1, Bumi Menteng Asri, Bogor Barat, Kota Bogor.

Momentum istimewa ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (YB1DAR), bersama Ketua Umum ORARI Pusat, Donny Imam Priambodo (YB0DX), Sekretaris ORARI Pusat, serta para mantan Ketua ORARI. Turut hadir perwakilan dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor, LKBN Antara, KB FKPPI, Bakoma, unsur TNI-Polri, serta jajaran tamu undangan lainnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang juga merupakan anggota amatir radio dengan callsign YB1DAR, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi ORARI yang konsisten bergerak di bidang sosial. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan ORARI di tengah ketergantungan dunia modern terhadap teknologi internet.

“Saat ini dunia sangat tergantung pada teknologi. Kita belum pernah mengalami satu titik di mana internet sedunia terputus atau terjadi blackout total akibat bencana besar. Di sinilah peran posisi strategis ORARI. Frekuensi radio yang dikelola merupakan kanal darurat yang tidak boleh hilang. Ketika sistem komunikasi modern lumpuh, teman-teman ORARI inilah yang menjadi garda terdepan sebagai sistem komunikasi alternatif,” ujar Dedie A. Rachim, Sabtu (11/7).

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum ORARI Pusat, Donny Imam Priambodo (YB0DX), menegaskan bahwa ORARI kini bukan lagi sekadar organisasi hobi, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian dari cadangan komunikasi nasional yang strategis.

Pemerintah pun kini banyak bersinergi dengan ORARI untuk kesiapsiagaan darurat, berkaca pada peristiwa tsunami Aceh silam di mana hanya radio amatir yang mampu menembus isolasi komunikasi.

“Anggota ORARI saat ini di Indonesia mencapai kurang lebih 50.050 anggota. Target kami dalam 10 tahun ke depan bisa merangkul hingga setengah sampai satu persen dari total penduduk. Kami juga mengusulkan agar para pejabat pemerintah bisa bergabung menjadi anggota ORARI, sehingga komunikasi darurat antardaerah, antarprovinsi, hingga ke Kementerian Luar Negeri dapat terkoneksi dengan cepat melalui alokasi frekuensi resmi,” jelas Donny.

Ia juga menganalogikan tingkatan kecakapan di ORARI yang mirip dengan Pramuka, di mana setiap level memiliki kompetensi teknis masing-masing dalam hal mitigasi bencana.

Sementara itu, Ketua ORARI Lokal Kota Bogor, Dadang Iskandar (YB1NCR), mengungkapkan bahwa usia 58 tahun merupakan refleksi kematangan organisasi untuk terus merawat sejarah sekaligus berkolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Pemerintah Kota Bogor dan Gerakan Pramuka.

“Saat ini jumlah anggota aktif di ORARI Lokal Kota Bogor tercatat sebanyak 212 orang. Di tingkat kota/kabupaten, kami mewadahi seluruh wilayah kecamatan dalam satu kesatuan lokal. Selain mengenalkan sejarah perjalanan organisasi hingga memiliki aset gedung operasional sendiri kepada anggota baru, kami juga rutin berkolaborasi. Dengan Pramuka contohnya, ada agenda rutin tahunan seperti Jambore udara,” papar Dadang Iskandar.

Lebih lanjut, Dadang membeberkan program regenerasi dan kesiapan teknologi satelit yang terus digodok oleh ORARI Lokal Kota Bogor. Salah satunya adalah pemanfaatan Satelit LAPAN-A2/ORARI sebagai solusi mutakhir komunikasi kebencanaan jika jalur terestrial terputus.

“Untuk menjaring generasi muda, kami menargetkan minimal ada 10 anggota baru dari kalangan Pramuka setiap tahunnya. Terdekat, pada 25 Oktober 2026 mendatang, kami bekerja sama dengan Balai Monitoring (Balmon) Jakarta akan menggelar Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) di Kota Bogor. Kami mengundang seluruh potensi masyarakat, mulai dari mahasiswa, Pramuka, hingga aparatur pemerintah untuk bergabung dan memperkuat jaringan komunikasi darurat ini,” pungkas Dadang. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *