Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Perpisahan Kelas IX SMPN 1 Gunung Putri Meriah, Jadi Wadah Kreativitas dan Cegah Aksi Negatif Kelulusan

×

Perpisahan Kelas IX SMPN 1 Gunung Putri Meriah, Jadi Wadah Kreativitas dan Cegah Aksi Negatif Kelulusan

Sebarkan artikel ini

Gunung Putri, BogorUpdate.com – Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai kegiatan perpisahan siswa kelas IX SMPN 1 Gunung Putri yang digelar di halaman sekolah.

Acara yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah ini berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya dari para siswa serta dihadiri orang tua, guru, dan jajaran sekolah.

Kegiatan perpisahan tersebut tidak hanya menjadi momen pelepasan bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP, tetapi juga menjadi sarana positif untuk menyalurkan kreativitas dan bakat para pelajar.

Beragam pertunjukan seni budaya ditampilkan oleh siswa-siswi, mulai dari tari tradisional, musik, hingga penampilan lainnya yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan orang tua yang hadir.

Ketua Komite SMPN 1 Gunung Putri, Yudi Sucipta, mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja diselenggarakan sebagai wadah kebersamaan sekaligus upaya mencegah munculnya aktivitas negatif yang kerap terjadi usai pengumuman kelulusan.

“Melalui kegiatan perpisahan ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk merayakan kelulusan dengan cara yang positif, kreatif, dan penuh makna. Kami juga berharap kegiatan ini dapat mencegah aksi corat-coret seragam, konvoi kendaraan di jalan raya, maupun tindakan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan,” ujarnya.

Menurutnya, perpisahan yang dikemas dengan nuansa edukatif dan budaya mampu mempererat hubungan antara siswa, sekolah, dan orang tua. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kenangan indah sebelum para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan terselenggaranya acara tersebut, SMPN 1 Gunung Putri berharap para lulusan dapat menjaga nama baik sekolah, terus berprestasi, serta menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Lulus bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *