Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Pemkot Bogor Siapkan Nobar Piala Dunia 2026, Jaenal Mutaqin: Harus Jadi Ajang Silaturahmi

×

Pemkot Bogor Siapkan Nobar Piala Dunia 2026, Jaenal Mutaqin: Harus Jadi Ajang Silaturahmi

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota Bogor mulai mematangkan rencana penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Bogor, Jaenal Mutaqin, menyebut pembahasan awal telah dilakukan dan saat ini tinggal menyiapkan aspek teknis agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menjadi ruang kebersamaan warga.

Hal tersebut disampaikan Jaenal Mutaqin saat diwawancarai di Klub Bogor Raya, Minggu (28/6/2026).

Menurut Jaenal, pemerintah telah berdiskusi mengenai rencana tersebut bersama jajaran terkait. Namun, sejumlah hal teknis seperti penentuan jadwal, mekanisme pelaksanaan hingga lokasi nobar masih akan dimatangkan.

“Ya, kemarin baru diskusi singkat dengan Pak Manan. Tinggal kita secara teknis tanggal, waktu, dan mekanismenya. Khawatirnya ya kalaupun memang terjadi nanti nobar, tetaplah masyarakat menikmati, menjadi ajang silaturahmi, bukan malah menjadi ajang pergesekan. Ini yang kita tidak mau,” ujar Jaenal.

Ia menegaskan, semangat Pemerintah Kota Bogor untuk menggelar nobar sudah ada. Kini, pembahasan difokuskan pada penyusunan konsep pelaksanaan agar kegiatan dapat dinikmati seluruh masyarakat dengan nyaman.

“Semangat untuk nobarnya sudah ada, tinggal kita ramu teknis waktu, mekanisme, kemudian yang paling penting titik lokasinya di mana. Nanti saya diskusi dengan Bagian Umum dan kita lapor ke Pak Wali juga,” katanya.

Saat ditanya apakah tayangan nobar hanya akan difokuskan pada pertandingan tim-tim favorit tertentu, Jaenal mengisyaratkan kemungkinan seluruh mekanismenya akan dibuat seragam.

“Kemungkinan sama,” singkatnya.

Dalam kesempatan itu, Jaenal juga mengungkapkan tim nasional favoritnya pada Piala Dunia tahun ini, yakni Portugal dan Argentina.

“Sementara Portugal, Argentina, dua itu. Dari dulu memang ada pemain idola,” ucapnya.

Ia mengaku sempat menjadi pendukung Belanda sejak lama. Kedekatan emosional itu muncul karena pamannya bekerja di Belanda sehingga setiap gelaran Piala Dunia mereka selalu menyaksikan pertandingan bersama melalui panggilan video.

“Kalau dulu sih Belanda ya, karena belum pernah juara, nonton kalah terus,” katanya sambil tertawa. “Paman saya kerja di Belanda. Jadi setiap momen Piala Dunia selalu video call, dia nonton langsung, kita nonton di rumah. Jadi ada turunan chemistry mungkin.”

Namun seiring berjalannya waktu, menurutnya, dukungan lebih dipengaruhi oleh sosok pemain yang dikagumi. Karena itu, kini ia lebih menjagokan Portugal.

“Lama-kelamaan lebih ke individu pemainnya akhirnya, dan salah satunya ada di Portugal. Ya tahulah siapa orangnya,” ujarnya sambil tertawa.

Jaenal berharap kemeriahan Piala Dunia dapat menjadi motivasi bagi perkembangan sepak bola Indonesia agar suatu saat mampu tampil di ajang paling bergengsi tersebut.

“Tentu kita negara Indonesia harus termotivasi oleh para pemain dunia. Entah kapan Indonesia bisa ikut ajang yang cukup bergengsi ini. Kita berdoa dan berharap agar sepak bola Indonesia semakin berkembang, semakin maju, dan mampu bersaing di kancah internasional,” tuturnya.

Ketika diminta memprediksi tim yang akan melaju ke partai puncak, Jaenal dengan optimistis menjagokan Portugal sebagai finalis.

“Kemungkinan final masuk… Portugal,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *