Tangani Genangan Air dan Potensi Banjir, Disperkim Kabupaten Bogor Bentuk Satgas Drainase. (Syahmid/bogorupdate)
Cibinong, BogorUpdate.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Drainase sebagai langkah memperkuat penanganan genangan air dan potensi banjir di kawasan permukiman.
Pembentukan Satgas Drainase menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan saluran air.
Tim tersebut akan bertugas melakukan pemantauan, pemeliharaan, pembersihan, hingga penanganan cepat terhadap saluran drainase yang mengalami penyumbatan maupun kerusakan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, pembentukan Satgas Drainase merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga fungsi jaringan drainase.
“Satgas Drainase dibentuk sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat. Melalui tim ini, penanganan permasalahan drainase dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain melakukan penanganan teknis di lapangan, Satgas Drainase juga akan melakukan inventarisasi kondisi saluran drainase, memetakan titik-titik rawan genangan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga fungsi saluran air.
Disperkim Kabupaten Bogor juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase. Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga kelancaran aliran air dan meminimalkan risiko genangan saat musim hujan.
Melalui pembentukan Satgas Drainase, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap sistem drainase di kawasan permukiman dapat berfungsi lebih optimal sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat serta mendukung pembangunan permukiman yang berkelanjutan. (Sep)








