Cibinong, BogorUpdate.com – Memperingati Hari Pramuka ke-65 yang jatuh pada 14 Agustus 2026, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, mendorong agar Gerakan Pramuka terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan karakter.
Menurut Wahyudi, perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka sejak 14 Agustus 1961 menunjukkan bahwa organisasi kepanduan tersebut memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda Indonesia yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap lingkungan sosial.
Namun, ia menilai tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Perkembangan teknologi digital, media sosial, kecerdasan buatan, serta derasnya arus informasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru.
“Generasi muda hari ini harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi, tetapi tetap memiliki integritas, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa,” ujar Wahyudi.
Ia menegaskan, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas yang identik dengan seragam, upacara, perkemahan, maupun kegiatan di alam terbuka. Menurutnya, nilai utama kepramukaan terletak pada proses pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Nilai Tri Satya dan Dasa Darma, kata Wahyudi, perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi persoalan yang muncul di ruang digital.
“Pramuka harus mampu hadir di ruang digital, berbicara tentang teknologi, kewirausahaan, lingkungan, dan persoalan sosial. Dengan begitu, Pramuka tetap menjadi ruang yang relevan bagi generasi muda,” katanya.
Wahyudi juga menilai semangat kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan generasi muda. Pemerintah, keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat perlu membuka ruang yang lebih besar bagi anak muda untuk belajar, berinovasi, dan berkarya.
Dalam konteks Kabupaten Bogor, potensi generasi muda yang besar dinilai dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila diarahkan melalui program yang tepat.
“Pramuka bersama organisasi kepemudaan lainnya dapat berkolaborasi dalam penguatan literasi digital, kepemimpinan, kewirausahaan, lingkungan hidup, pengabdian masyarakat, serta wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Wahyudi mengatakan, ketahanan bangsa tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Ketahanan bangsa juga dibangun melalui kualitas sumber daya manusia, karakter masyarakat, kekuatan sosial, ketahanan budaya, serta kesiapan generasi muda menghadapi perubahan.
Karena itu, momentum Hari Pramuka ke-65 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat peran Pramuka dalam kehidupan masyarakat.
“Jangan biarkan Pramuka hanya menjadi romantisme masa lalu. Jadikan Pramuka sebagai kekuatan moral, sosial, dan kepemudaan yang mampu menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.
Ia berharap semangat pengabdian yang menjadi bagian dari nilai kepramukaan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda, sehingga lahir anak-anak muda yang tidak hanya unggul secara pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, keberanian, dan jiwa kepemimpinan.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Mari memperkuat kolaborasi, memperluas pengabdian, dan meneguhkan komitmen membangun generasi muda Indonesia yang berkarakter,” pungkas Wahyudi.












