Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memantau ketat progres pembangunan infrastruktur jalan dan underpass di kawasan Batutulis.
Wakil Wali Kota Bogor, Jaenal Mutaqin, secara khusus mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera menyelesaikan perbaikan turap yang menjadi kewenangan instansi tersebut guna menghindari potensi bencana susulan di area proyek yang saat ini tengah dikebut.
Dalam tinjauannya pada Kamis (9/7/2026) Jaenal menyoroti kondisi turap milik PT KAI yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan karena mulai terlihat rembesan air dan kontur tanah yang labil.
Ia menegaskan bahwa pembangunan trase jalan milik pemerintah daerah akan percuma jika tidak dibarengi dengan perkuatan turap secara simultan oleh pihak KAI.
“Kondisi hari ini saja, turap pasangan yang menjadi kewenangan PT KAI sudah terlihat rembesannya, sudah terlihat konturnya sangat mengkhawatirkan. Jadi percuma ini beres, uang besar, menunggu lama, ada bencana yang berikutnya kita tidak maulah,” tegas Jaenal saat meninjau langsung lokasi proyek.
Berdasarkan informasi terbaru dari Dinas PUPR Kota Bogor, penyusunan Detail Engineering Design (DED) turap oleh pihak KAI ditargetkan rampung dalam satu minggu ke depan.
Begitu DED tersebut selesai, Jaenal menyatakan akan langsung mengundang pihak KAI untuk melakukan ekspos khusus di Balai Kota.
Langkah cepat ini dinilai krusial mengingat jalan tersebut akan menjadi akses vital bagi perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan mendatangkan sekitar 28.000 atlet.
Salah satu lokasi pertandingan untuk enam cabang olahraga akan dipusatkan di Hotel Green Forest, yang akses utamanya melintasi proyek Batutulis tersebut.
Hingga saat ini, progres pembangunan jalan itu sendiri telah mencapai angka 22 persen.
Pihak kontraktor terus mempercepat pengerjaan dengan menambah jumlah alat berat serta truk pengangkut tanah agar target penyelesaian pada akhir Oktober dapat tercapai.
Seiring dengan percepatan tersebut, Pemkot Bogor juga melakukan rekayasa drainase untuk mengantisipasi tingginya debit air dari jalan baru.
Saluran pembuangan air eksisting kini dipecah menjadi dua jalur persilangan, di mana satu saluran diarahkan lurus ke bawah rel kereta a sementara saluran lainnya dibelokkan ke area bawah jalan underpass PT KAI.
Terkait kelancaran teknis di lapangan, Pemkot Bogor juga tengah memproses pembebasan dua bidang rumah warga yang posisinya sangat rendah dan berhimpitan langsung dengan area konstruksi.
Ia memastikan pembebasan lahan yang akans dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026 ini murni bertujuan untuk melindungi keselamatan warga dari risiko tertimpa material bangunan.
“Eksisting jalan dari hulu sampai hilir lebarnya semua sama. Hanya di hilirnya ada rumah yang sangat berhimpitan dengan lahan yang kita bebaskan, dikhawatirkan terjadi hal-hal terkait keselamatan, maka lebih baik ya kita bebaskan,” jelas Jaenal menepis isu adanya pelebaran jalan di luar rencana awal.
Di penghujung keterangannya, Jaenal kembali menagih keseriusan dan komitmen dari pihak PT KAI agar target penyelesaian akses jalan yang menjadi wajah Kota Bogor ini tidak kembali meleset dari jadwal.
“Kita ini sudah dua tahun menunggu. Masyarakat sudah kasihan menunggu lama, dan kami berharap PT KAI segera gercep (gerak cepat) untuk melakukan perbaikan turap yang menjadi kewenangannya,” pungkas Jaenal. (Abizar)












