Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Kesabaran Habis, Warga Cikuda Turun ke Jalan! Protes Sampah dan Kabel Fiber Optik Semrawut yang Ancam Keselamatan

×

Kesabaran Habis, Warga Cikuda Turun ke Jalan! Protes Sampah dan Kabel Fiber Optik Semrawut yang Ancam Keselamatan

Sebarkan artikel ini

Gunung Putri, BogorUpdate.com – Kesabaran warga Kampung Cikuda akhirnya mencapai batas. Merasa keluhan mereka tak kunjung mendapat respons dari pihak terkait, puluhan warga menggelar aksi protes secara swadaya di Jalan Raya Cikuda RT 02/RW 05, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/7/2026).

Dalam aksi tersebut, warga membentangkan sejumlah spanduk berisi larangan membuang sampah sembarangan sekaligus menyuarakan protes terhadap semrawutnya kabel fiber optik yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Warga menilai hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat maupun instansi terkait terhadap kondisi kabel telekomunikasi yang dipasang secara tidak tertata. Sejumlah kabel bahkan terlihat masuk ke dalam saluran drainase hingga menghambat aliran air.

Akibatnya, saat hujan deras turun, saluran air tidak lagi berfungsi optimal sehingga memicu genangan bahkan banjir di sejumlah titik di sepanjang Jalan Raya Cikuda. Selain itu, tumpukan kabel yang menjuntai juga membuat kawasan tersebut tampak kumuh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kabel-kabel tersebut diduga berasal dari sejumlah vendor dan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, di antaranya Mitratel, Ultra Mandiri Telekomunikasi, PT Indosat Tbk, Lintasarta, dan Asianet.

Salah seorang tokoh pemuda setempat, Roby, mengaku kecewa karena berbagai keluhan warga selama ini belum mendapat perhatian serius.

“Tidak ada tindakan sama sekali dari petugas dan aparat setempat,” ujar Roby saat ditemui di lokasi aksi.

Sebelumnya, Ketua RW 05, Akbar, juga mengungkapkan keresahannya terhadap pemasangan kabel yang dinilai dilakukan tanpa memperhatikan fungsi drainase. Menurutnya, banyak kabel ditanam langsung di dalam saluran air sehingga menyebabkan penyumbatan.

“Kami benar-benar resah. Kabel fiber tersebut masuk sampai ke dalam saluran drainase dan menyumbat aliran air. Akibatnya, begitu hujan turun, air langsung meluap dan memicu banjir karena drainase sudah penuh sesak oleh kabel,” kata Akbar.

Selain persoalan banjir, warga juga menyoroti bahaya kabel yang menjuntai rendah di tepi jalan. Sarkim, warga sekitar, mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Menurutnya, kabel yang terurai dan menjuntai bisa saja tersangkut pada kendaraan atau bahkan mengenai tubuh pengendara.

“Selain membuat got mampet hingga banjir, kabel yang berhamburan itu membuat jalanan sangat kumuh dan membahayakan masyarakat. Kalau sampai tersangkut ke leher atau roda motor, itu bisa memicu kecelakaan fatal. Apa harus menunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki?” tegas Sarkim.

Melalui aksi tersebut, warga berharap pemerintah daerah, aparat setempat, serta perusahaan pemilik jaringan telekomunikasi segera turun tangan melakukan penertiban dan penataan kabel fiber optik yang dinilai sudah mengganggu fungsi drainase, merusak estetika lingkungan, serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Warga menegaskan, mereka tidak menolak keberadaan jaringan telekomunikasi. Namun, pemasangannya harus dilakukan sesuai aturan, memperhatikan aspek keselamatan, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *