Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Jalan Batutulis Kotor, Anggota DPRD Kota Bogor Soroti Proyek dan Minta Kontraktor Lebih Tertib

×

Jalan Batutulis Kotor, Anggota DPRD Kota Bogor Soroti Proyek dan Minta Kontraktor Lebih Tertib

Sebarkan artikel ini
0-4096x3072-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:550187986206144;appts:1783485283522;uid:0;qlty:1;illum:5 scene:4 humanIn:0;

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) II Bogor Selatan, H. Edi Kholki, menyoroti kondisi jalan yang kotor akibat aktivitas proyek pembangunan trase baru Jalan Batutulis.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat koordinasi dengan pihak ketiga agar dampak proyek terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Menurut Edi Kholki, pengawasan terhadap kontraktor harus dilakukan secara konsisten, terutama terkait kendaraan pengangkut material yang kerap meninggalkan ceceran tanah di badan jalan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Tugas saya hanya mengingatkan Pemerintah Kota Bogor agar terus berkoordinasi dengan pihak ketiga terkait kegiatan tersebut agar kontraktor membersihkan truk pengangkut tanah yang mengakibatkan jalan menjadi kotor,” ujar Edi Kholki kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Sorotan tersebut sejalan dengan perhatian yang sebelumnya disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Ia menegaskan akan memberikan teguran kepada kontraktor apabila tidak menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara maksimal di lokasi proyek.

Penegasan itu disampaikan setelah masih ditemukan ceceran tanah di sekitar proyek trase baru Batutulis yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masih terdapat sisa material tanah di badan jalan meski pihak kontraktor mengaku telah melakukan pembersihan dan penyemprotan air secara rutin mulai dari pintu masuk proyek hingga kawasan Museum Pajajaran atau Bale Ageung.

Namun, kondisi jalan dinilai belum sepenuhnya bersih. Penyemprotan air hanya membuat permukaan jalan menjadi basah, sementara sebagian material tanah masih tertinggal sehingga meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.

“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3,” tegas Dedie.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin juga meminta para pekerja proyek lebih memperhatikan material hasil angkutan agar tidak tercecer di jalur yang digunakan masyarakat.

Menurut Jenal, berdasarkan penjelasan pihak kontraktor, pembersihan jalan dilakukan setiap sore sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pembersihan tidak dilakukan berulang kali pada siang hari karena dikhawatirkan memicu kemacetan dan genangan air yang dapat mengganggu arus lalu lintas.

“Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus, memastikan setiap kendaraan yang keluar dari area proyek terlebih dahulu dibersihkan. Selain itu, penyemprotan jalan dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali dalam sehari.

“Kami semprot pagi, siang, sama menjelang magrib, Pak,” kata Dudung.

Ia menambahkan, selain penyemprotan, petugas juga melakukan penyapuan untuk mengurangi sisa tanah yang terbawa ke badan jalan.

“Dengan alat sapu diikuti alat siram steam mobil. Nanti alat semprotnya saya fotokan,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *