Kota Bogor, BogorUpdate.com – DPRD Kota Bogor menyoroti perencanaan proyek pembangunan trase jalan di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, yang merupakan akses pengganti Jalan Saleh Danasasmita.
Hal ini merespons langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang berencana mengajukan tambahan anggaran untuk pembebasan enam bidang lahan baru di kawasan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy menilai munculnya usulan tambahan anggaran ini menjadi bukti nyata bahwa perencanaan yang dilakukan oleh pihak eksekutif sejak awal tidak dilakukan secara komprehensif.
“Kalau dilihat dari perencanaan, ini kurang matang. Sampai harus beli lahan lagi di tengah jalan,” ucapnya kepada Bogorupdate pada Senin, (13/7/26).
Menurut Rusli, proyek strategis kedepannya harus dipetakan dengan matang sejak awal agar tidak menimbulkan pembengkakan anggaran atau kendala sosial di kemudian hari.
“Harus menjadi evaluasi ke depannya terhadap kinerja perencanaan dinas terkait (PUPR),” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas PUPR Kota Bogor memetakan ada enam bidang lahan tambahan yang mendesak untuk dibebaskan di kawasan Trase Batutulis. Dari jumlah tersebut, target prioritas difokuskan pada dua bidang lahan utama yang harus tuntas pada tahun anggaran ini.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menjelaskan bahwa dua bidang lahan yang diprioritaskan tersebut berhimpitan langsung dengan trase proyek, tepatnya di ujung jalan keluar.
“Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) sudah selesai, sekarang tinggal anggarannya. Yang akan kita bebaskan kurang lebih sekitar enam bidang, tetapi prioritasnya dua bidang dulu tahun ini,” ungkap Esti sapaan akrabnya.
Ia berencana akan mengajukan alokasi dana pembebasan lahan tersebut pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 mendatang setelah hasil appraisal keluar.
Namun, sebagai langkah antisipasi jika terjadi pergeseran anggaran, usulan ini juga akan dimasukkan ke dalam plot anggaran murni tahun 2027.
“Insyaallah kita akses di anggaran perubahan. Namun, di 2027 tetap kita masukkan. Takutnya di anggaran perubahan bergeser, sehingga di 2027 bisa langsung dieksekusi. Sisanya (empat bidang lain) akan dilanjutkan di tahun 2027,” katanya. (Abizar)












