Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempercepat persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Galuga, Kabupaten Bogor, dan Kayumanis, Kota Bogor. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada awal Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat menghadiri kegiatan bebersih Sungai Ciliwung dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Kampung Bebek (Saung Alkesa), Jalan PKPN RT 02 RW 07, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (18/7/2026).
“Mudah-mudahan PSEL di Kota Bogor, dua titik di Galuga dan di Kayumanis segera bisa groundbreaking. Target awal Agustus. Informasi dari pemerintah pusat, groundbreaking akan dilakukan di Galuga, Kabupaten Bogor,” ujar Jenal.
Menurutnya, pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Bogor Raya. Selain mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), fasilitas tersebut juga akan mengubah sampah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.
Jenal menegaskan, Pemkot Bogor terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh tahapan administrasi, teknis, serta kesiapan lahan dapat diselesaikan sesuai target.
“Koordinasi terus kami lakukan agar seluruh proses berjalan sesuai jadwal sehingga pembangunan bisa segera dimulai,” katanya.
Proyek PSEL Galuga dan Kayumanis merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi waste to energy. Kehadiran kedua fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA sekaligus menghasilkan energi baru terbarukan.
Sebelumnya, Pemkot Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan pemerintah pusat telah mempercepat berbagai tahapan persiapan pembangunan. Salah satunya melalui proses pematangan lahan di kawasan Galuga agar peletakan batu pertama dapat dilaksanakan sesuai target pada awal Agustus 2026.
PSEL Galuga direncanakan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah per hari, sedangkan PSEL Kayumanis diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Keberadaan kedua fasilitas ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam penanganan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan di wilayah Bogor Raya. (Abizar)










