Jakarta, BogorUpdate.com – Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mendigitalisasi pengelolaan Bank Sampah Berkah Srikandi di RW 01 Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, sebagai upaya memperkuat pengelolaan lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Program yang dipimpin Sukma Laksita Rahma, S.T., M.Ling. itu mengusung tema “Pendampingan Pengelolaan Bank Sampah Berbasis Mahasiswa sebagai Upaya Penguatan Perilaku Lingkungan.”
Mahasiswa mendampingi pengurus bank sampah dalam proses pendataan nasabah, pencatatan setoran sampah, hingga pengelolaan administrasi berbasis digital.
Digitalisasi dilakukan untuk menggantikan sistem administrasi manual sehingga data nasabah, jenis sampah, berat setoran, dan transaksi dapat terdokumentasi lebih rapi, transparan, serta mudah dipantau.
Selain itu, tim PkM UNJ mengembangkan platform e-commerce untuk membantu pemasaran produk hasil olahan bank sampah agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Program tersebut juga mendorong pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis. Selama Januari hingga Juni 2026, Bank Sampah Berkah Srikandi mencatat pengumpulan 90,64 kilogram minyak jelantah dari 144 nasabah aktif. Limbah tersebut kemudian diolah menjadi lilin aromaterapi dan sabun cuci pakaian.
“Sabun dari minyak jelantah kami arahkan khusus untuk mencuci pakaian seperti pakaian dalam atau kaus kaki. Selain itu kami juga memberikan pelatihan membuat sabun dari minyak baru agar aman digunakan untuk mandi,” kata Sukma.
Ketua RW 01 Pondok Bambu sekaligus Ketua Bank Sampah Berkah Srikandi, Drs. Edi Suwito, mengatakan pendampingan mahasiswa membantu memperbaiki tata kelola administrasi sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah dan pengolahan kompos.
“Harapan kami, dengan adanya pendampingan ini operasional bank sampah menjadi lebih rapi, terdigitalisasi, dan perkembangan data dapat dipantau dengan lebih mudah,” ujar Edi.
Melalui kolaborasi tersebut, pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan semakin efektif, mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta mendukung pengembangan kawasan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang berkelanjutan.
Versi ini mengikuti karakteristik Antara: judul ringkas, lead langsung pada inti informasi, paragraf pendek, kutipan seperlunya, dan tanpa opini atau kalimat yang terlalu deskriptif. (Abizar)







