Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait perpanjangan sistem kerja Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya menjaga efektivitas kinerja pegawai, tetapi juga mampu menekan biaya operasional perkantoran secara signifikan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penerapan WFH memberikan dampak positif terhadap efisiensi penggunaan fasilitas di lingkungan perkantoran pemerintah daerah.
“Sama lah ya (diperpanjang seperti pusat). Kita melihat ternyata ada dampak kepada efektivitas dan juga pengurangan biaya operasional di kantor-kantor,” ujar Dedie.
Menurutnya, penghematan terjadi karena berkurangnya penggunaan listrik, air, hingga pendingin ruangan saat sebagian ASN bekerja dari rumah.
“Jadi kan selama ini mungkin di hari Jumat itu ada AC, ada lampu nyala, air mengalir. Nah, dengan adanya WFH ini, ternyata kita mendapatkan efisiensi sekitar Rp1 miliar sekian per bulan dari keseluruhan kantor Pemda,” jelasnya.
Dedie menyebut angka tersebut merupakan akumulasi penghematan dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bogor. Efisiensi itu diharapkan dapat membantu pemerintah mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk program-program prioritas lainnya.
Meski demikian, ia menegaskan kebijakan WFH tidak hanya diukur dari besarnya penghematan anggaran. Pemkot Bogor juga akan mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik serta produktivitas ASN.
“Evaluasinya baru nanti pertengahan bulan Agustus ini. Nanti akan ada evaluasi menyeluruh pada rapat kerja Pemerintah Daerah, termasuk kita akan bahas secara mendalam soal efektivitasnya,” pungkas Dedie.
Pemkot Bogor memastikan hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan terkait penerapan sistem kerja fleksibel di lingkungan pemerintah daerah, sehingga efisiensi anggaran tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Abizar)












