Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Pelajar di Kota Bogor Kebanyakan Mager, Angkanya Tembus 70 Persen

×

Pelajar di Kota Bogor Kebanyakan Mager, Angkanya Tembus 70 Persen

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyoroti gaya hidup pelajar masa kini, khususnya Generasi Z (Gen Z), yang dinilai semakin minim aktivitas fisik. Berdasarkan rapor kesehatan pelajar Kota Bogor tahun 2025, angka sindrom malas gerak (mager) mendominasi temuan medis di kalangan siswa.

Merespons hal tersebut, Pemkot Bogor berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) menggencarkan Gerakan Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang salah satu pelaksanaannya dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi kesehatan siswa tahun lalu menunjukkan sejumlah data yang cukup memprihatinkan, di mana kurangnya aktivitas fisik berada di posisi tertinggi.

Berikut adalah rincian data temuan kesehatan pelajar Kota Bogor pada tahun 2025:

* Kurang Aktivitas Fisik (Mager): 70,65%

* Karies / Masalah Gigi: 48,79%

* Pra-hipertensi: 24,00%

* Anemia: 16,87%

* Pra-diabetes: 10,08%

* Perokok Pasif: 9,93%

* Gizi Lebih / Obesitas: 8,24%

* Gangguan Penglihatan: 7,74%

* Masalah Kesehatan Reproduksi: 5,86%

* Gejala Gangguan Kesehatan Jiwa: 2,25%

* Tuberkulosis (TBC): 1,01%

Untuk menekan angka masalah kesehatan tersebut, Pemkot Bogor terus memperluas cakupan program CKG ke seluruh penjuru kota. Denny menyebutkan bahwa target sasaran program ini sangat masif, mencakup ratusan ribu siswa dari tingkat dasar hingga menengah.

“Dari total jumlah sasaran 701 sekolah dan madrasah dengan sekitar 227 ribu siswa, realisasinya sampai triwulan kedua ini baru mencapai 28,9 persen. Nah, ini menjadi tugas Kadinkes untuk terus mempercepat proses cek kesehatan gratis ke masing-masing sekolah,” ujar Denny Mulyadi.

Ia menargetkan agar di akhir tahun 2026 cakupan pemeriksaan ini bisa melampaui angka 70 hingga 80 persen, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun lalu yang berada di angka 61 persen.

Strategi Dinkes Atasi ‘Sindrom Mager’

Menanggapi tingginya persentase pelajar yang kurang bergerak, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan intervensi berbasis regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Erna menginstruksikan seluruh sekolah untuk menghidupkan kembali tradisi senam guna menjaga kebugaran fisik dan memecah kebuntuan akibat paparan gawai (gadget).

“Kita harapkan setiap pagi semua sekolah menggalakkan kembali senam pagi. Kemudian, ada senam peregangan setiap pukul 10.00 pagi dan pukul 14.00 siang. Cukup senam ringan 5-10 menit untuk mengatasi kurangnya aktivitas fisik,” tegas Erna.

Selain itu, melalui program CKG, siswa juga menjalani tes kebugaran. Bagi pelajar yang mencatatkan hasil kebugaran rendah, Dinkes akan berkoordinasi dengan guru olahraga setempat untuk memberikan latihan fisik (exercise) secara khusus.

Pelaksanaan di MAN 1 Kota Bogor

Pelaksanaan Aksi Bergizi di MAN 1 Kota Bogor sendiri disambut antusias oleh ratusan siswa. Humas MAN 1 Kota Bogor, Nining Yuningsih, merinci bahwa kegiatan hari ini difokuskan pada siswa kelas 10 dan 11, dengan rangkaian acara mulai dari senam hingga edukasi gizi.

“Untuk Cek Kesehatan Gratis hari ini, kami khusus melibatkan kelas 10 sebanyak 359 siswa. Sementara untuk kegiatan di lapangan diikuti oleh 150 siswa dari kelas 11 yang mengikuti senam bersama, sarapan bersama, minum Tablet Tambah Darah (TTD), hingga talkshow,” jelas Nining.

Program yang merupakan inisiatif strategis pemerintah pusat ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sukses menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini bagi para pelajar di Kota Bogor. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *