Kota Bogor, BogorUpdate.com – Tanaman langka yang diduga sejenis bunga bangkai tumbuh dan mekar di dalam sebuah pot sederhana di halaman rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Gang Mesjid, RT 03/RW 04, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Tanaman tersebut tumbuh di rumah Hasan Basri (53). Kemunculannya menarik perhatian warga setelah tanaman yang selama ini dirawat sebagai hobi itu mulai memasuki fase berbunga pada Rabu (26/8/2026).
Hasan menuturkan, tanaman tersebut awalnya berasal dari sebuah umbi kecil yang diberikan oleh saudaranya dari wilayah Cilebut lebih dari lima tahun lalu.
Saat menerima umbi tersebut, Hasan mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis tanaman yang diberikan kepadanya. Ia kemudian menanamnya di dalam pot dan merawatnya secara sederhana.
“Dikasih sama saudara bibitnya, pohonnya dalam bentuk umbi kecil. Sudah lama itu, ada lebih dari lima tahun yang lalu,” kata Hasan saat ditemui di rumahnya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Hasan, dirinya sengaja menyimpan dan menanam umbi tersebut sekadar untuk hobi. Ia bahkan tidak menyangka tanaman itu dapat tumbuh hingga akhirnya mengeluarkan bunga.
“Saya iseng-iseng saja simpan dan tanam di dalam pot, enggak tahunya malah tumbuh dan jadi,” ujarnya.
Saat tanaman mulai mekar sempurna, muncul aroma menyengat yang oleh Hasan disebut menyerupai bau bangkai tikus.
Aroma tersebut bahkan sempat tercium hingga ke dalam rumah dan membuat penghuni rumah merasa terganggu. Pada awal tanaman mekar, sejumlah lalat hijau juga terlihat berdatangan di sekitar bunga.
“Kemarin waktu pas mekar sempurna baunya menyengat sekali, mirip bau bangkai tikus. Rumah sampai agak terganggu. Lalat hijau juga banyak yang datang waktu awal mekar,” ungkap Hasan.
Namun, aroma menyengat tersebut kini sudah tidak lagi tercium. Meski demikian, keberadaan tanaman itu justru semakin membuat warga penasaran.
Sejumlah warga berdatangan ke rumah Hasan untuk melihat tanaman tersebut secara langsung. Beberapa di antaranya bahkan mengabadikan momen dengan berfoto di dekat tanaman yang diduga bunga bangkai tersebut.
Fenomena serupa ternyata bukan pertama kali terjadi di rumah Hasan. Sekitar tahun 2024, tanaman yang sama juga pernah tumbuh di area pekarangan rumahnya.
Saat itu, tanaman tersebut disebut tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 60 sentimeter. Setelah beberapa waktu, tanaman kemudian mengering dan mati secara alami.
Hasan mengatakan tanaman tersebut memiliki siklus pertumbuhan yang cukup panjang. Setelah berbunga dan bagian tanaman di atas permukaan tanah mengering, umbi yang berada di dalam tanah masih dapat bertahan.
Umbi tersebut kemudian berpotensi kembali mengeluarkan tunas pada waktu berikutnya.
Perawatan tanaman itu pun terbilang sederhana. Hasan mengaku hanya menyiramnya secara rutin setiap sore tanpa perlakuan khusus.
Meski kini menjadi perhatian warga sekitar, Hasan memastikan tidak berniat menjual tanaman tersebut maupun memindahkannya ke tempat lain.
Ia juga tidak berencana menyerahkan tanaman tersebut kepada lembaga konservasi, termasuk Kebun Raya.
“Enggak, enggak akan dijual. Biarkan saja di situ. Saya dari dulu memang senang melihat bunga dan merawat tanaman. Biarkan tumbuh alami di pot ini,” tuturnya.
Keberadaan tanaman yang diduga sejenis bunga bangkai tersebut kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar Tanah Sareal.
Warga yang penasaran dapat melihat langsung tanaman tersebut, meski hingga kini jenis tanaman secara pasti masih memerlukan identifikasi lebih lanjut oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang botani. (Abizar)











