Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

4 Bulan Dilanda Kemarau, Bupati Rudy Susmanto Akui Lahan Pertanian di Kabupaten Bogor Tak Bisa Ditanami

×

4 Bulan Dilanda Kemarau, Bupati Rudy Susmanto Akui Lahan Pertanian di Kabupaten Bogor Tak Bisa Ditanami

Sebarkan artikel ini
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat dimintai keterangan di kawasan Cibinong. (Erwin | Bogorupdate)

Cibinong, BogorUpdate.com – Sejumlah lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bogor tidak bisa ditanami imbas musim kemarau yang terjadi selama 4 bulan.

Seperti diketahui, musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan atau krisis air bersih di Kabupaten Bogor telah terjadi sejak Juni 2026 lalu.

Bahkan, akibat musim kemarau yang berkepanjangan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperpanjang status tanggap darurat kekeringan melalui Surat Keputusan (SK) sejak 2-15 September 2026.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengakui bahwa kondisi kemarau yang terjadi selama 4 bulan lamanya membuat sejumlah lahan pertanian di Bumi Tegar Beriman tidak bisa ditanami.

“Musim kemarau yang sudah terjadi beberapa bulan ke belakang mengakibatkan beberapa lahan pertanian tidak ditanami tanaman pertanian yang biasa dijalankan,” ujar Rudy kepada wartawan di Cibinong, Jumat, (4/9/2026).

Rudy menyebut, lahan pertanian yang paling parah terdampak kekeringan ada di kawasan Bogor bagian timur.

“Wilayah timur ada yang namanya lahan padi gogo dan sawah tadah hujan, karena tidak ada hujan di sana para petani jadi belum bisa melakukan panen,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Rudy, pendistribusian air bersih ke titik-titik kekeringan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan terus terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga November 2026. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *