Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

BMKG Tetapkan Status ‘Awas’ Kekeringan di Kabupaten Bogor, Pemkab Tekankan Larangan Pembakaran Sampah

×

BMKG Tetapkan Status ‘Awas’ Kekeringan di Kabupaten Bogor, Pemkab Tekankan Larangan Pembakaran Sampah

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Awas kekeringan di wilayah Kabupaten Bogor dari 11-20 September 2026.

Selain Kabupaten Bogor, BMKG juga mencatat ada wilayah lain yang statusnya menjadi Awas seperti Kabupaten Bekasi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bekasi.

Seperti diketahui, status Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan kekeringan meteorologis yang dilakukan BMKG.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengaku telah mengetahui akan status Awas yang ditetapkan oleh BMKG tersebut di wilayahnya.

“Kita sedang memasuki musim kemarau paling panjang di Kabupaten Bogor, bukan hanya di sini tapi dari sabang sampai merauke hingga beberapa negara di belahan bumi dunia ini juga mengalami hal yang sama,” ujar Rudy kepada wartawan di Cibinong, Senin, (14/9/2026).

Oleh karena itu, kata Rudy, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan optimalisasi pendistribusian air bersih ke seluruh wilayah di Bumi Tegar Beriman untuk warga yang terdampak kekeringan.

Kemudian, lanjut dia, pembangunan sumur bor hingga toren air juga terus dilakukan oleh Pemkab Bogor dalam menghadapi kemarau yang diprediksi akan terjadi hingga Oktober mendatang.

“Alhamdulillah upaya itu sudah berjalan 3-4 bulan ke belakang dan sampai hari ini distribusi berjalan normal, tapi kami akan terus berupaya dari rumah tangga masuk ke wilayah pertanian agar saat masuk musim tanam itu masyarakat masih dapat melakukan penanaman padi,” katanya.

Selain upaya, Rudy pun menekankan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Karena kondisi vegetasi yang kering, maka sebaran api akan menjalar lebih cepat. Oleh karena itu, jangan membakar sampah dengan cara apapun,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *