Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

1.402 Mahasiswa Baru Ikuti PETA UIKA Bogor 2026, Usung Semangat ‘Temukan Arah, Nyalakan Peran’

×

1.402 Mahasiswa Baru Ikuti PETA UIKA Bogor 2026, Usung Semangat ‘Temukan Arah, Nyalakan Peran’

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Sebanyak 1.402 mahasiswa kelas reguler mengikuti Pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru (PETA) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 14 September 2026 dengan mengusung semangat “Temukan Arah, Nyalakan Peran.”

Selain kelas reguler, sekitar 200 mahasiswa kelas karyawan dijadwalkan mengikuti Ta’aruf pada 26 September 2026. Dengan demikian, rangkaian Ta’aruf UIKA tahun ini akan menjangkau sekitar 1.602 mahasiswa.

PETA UIKA 2026 diisi dengan parade penyambutan, papermob, tur kampus, pengenalan organisasi mahasiswa, pembekalan akademik, wawasan kebangsaan, literasi digital, pencegahan kekerasan, kesehatan mental, kewirausahaan, dan penguatan nilai keislaman.

Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., mengajak mahasiswa menyiapkan diri menghadapi perubahan dunia, mulai dari otomatisasi, ketatnya persaingan kerja, hingga tuntutan inovasi dan kewirausahaan.

Menurutnya, gelar akademik dan kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Mahasiswa juga membutuhkan kejujuran, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, kerja keras, kepemimpinan, dan keberanian menyampaikan gagasan.

“Berani bermimpi, berani mencoba, dan berani berjuang,” pesan Rektor kepada para mahasiswa.

Ia menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya mengejar keberhasilan pribadi. Ilmu harus digerakkan menjadi karya dan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta umat.

“Kesungguhan hari ini adalah keberhasilan esok,” tegasnya.

Setelah mengikuti kegiatan tingkat universitas, para mahasiswa menjalani pengenalan di fakultas dan program studi masing-masing. Rangkaian PETA kelas reguler ditutup dengan evaluasi, pelantikan mahasiswa, dan penyematan jaket almamater.

Melalui PETA 2026, UIKA Bogor berkomitmen menghadirkan pengenalan kehidupan kampus yang edukatif, aman, humanis, inklusif, dan bebas kekerasan. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *