Kota Bogor, BogorUpdate.com – Grup band asal Bogor, The Dusty Rusty terus berupaya memperkenalkan mini album perdananya Platipus di dunia permusikan.
Salah satu upayanya dengan membawakan pertunjukan ‘Platipus Tour 2026’ secara langsung kepada penonton seperti yang dilakukan di Kopi Klan kawasan Ciheuleut, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu malam, (26/9/2026).
Grup band bernuansa retro-pop yang beranggotakan Denrobay (Vokal Gitar), Kuray (Gitar), Cupla (Bass), dan Russel (Drums) itu telah merilis mini album Platipus sejak Juli lalu.
Cupla menjelaskan, suguhan musik yang dihadirkan The Dusty Rusty terinspirasi oleh musik pop era 1950-1960an yang kemudian dikemas ulang di tiap liriknya agar tetap relevan di kondisi anak muda saat ini.
Dia menambahkan, The Dusty Rusty juga menggabungkan musik retro-pop, rock n roll, hingga rockabilly era 1950an yang inspirasinya dari album awal The Beatles, seperti Please Please Me dan A Hard Day’s Night.
“Kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan, hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami,” ujar Cupla kepada wartawan.
“Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming, setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio,” tambahnya.
Grup band yang terbentuk di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor tersebut diketahui menggandeng Shena Ariyandi sebagai produser. Blue print dari beberapa materi di Platipus telah ditulis sejak 2025 dan terselesaikan sepanjang kwartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik dengan bantuan Boy Mulyadi di balik piranti rekaman.
“Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga karena tiap personel punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, terlebih kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop,” timpal Robay.
Ketika ditanya soal konsep musikal Platipus, Robay mengaku tidak ada pendekatan spesifik yang dilakukan oleh The Dusty Rusty dalam menjaring pendengar baru.
Namun, lanjut dia, lima track di Platipus jika didengarkan secara berurutan membentuk satu narasi tentang perjalanan emosi seorang laki-laki muda mulai dari cinta yang tidak terbalas, memori tentang sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, dan pengalaman memasuki fase coming of age.
“Kami tidak berusaha mengejar tren, yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami,” katanya.
Sementara itu, Russel juga mengutarakan bahwa Platipus serupa deklarasi yang berarti musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadupadankan dengan pendekatan modern yang jujur.
“Platipus merupakan bentuk eksplorasi yang berani dari kami sebagai satu kesatuan di The Dusty Rusty, keberanian menjadi diri sendiri, serta simbol bahwa tidak semua hal harus sesuai ekspektasi orang lain,” pungkas Russel.
Sekadar informasi, grup band yang namanya terinspirasi dari film animasi Cars ini akan terus memperkenalkan album Platipus dengan cara gelaran tur ke sejumlah kota di Pulau Jawa. (Erwin)






