Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memastikan sejumlah proyek infrastruktur di kawasan Batutulis, termasuk trase baru Jalan Danasmita dan penataan Leuweung Batutulis, berjalan sesuai target.
Proyek-proyek ini dipersiapkan menjelang rangkaian kunjungan Gubernur Jawa Barat pada November mendatang.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan pada Rabu (7/10/2026), progres fisik trase baru Jalan Danasmita telah menyentuh angka 79 persen, mencatatkan deviasi positif sebesar 2 persen dari target perencanaan.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan sesuai dengan target, di akhir bulan Oktober ini bisa selesai sepenuhnya. Namun tidak langsung diresmikan, melainkan akan kita uji coba terlebih dahulu sembari melengkapi rambu-rambu dan lampu penerangan,” ungkap Dedie kepada wartawan di Leuweung Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (7/10/26).
Rencananya, peresmian trase Jalan Danasmita, Leuweung Batutulis, dan Taman Lawang Gintung akan dilakukan serentak oleh Gubernur Jawa Barat.
Agenda ini akan disatukan dengan penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan rapat koordinasi infrastruktur daerah yang dijadwalkan antara 16 hingga 19 November 2026.
Selain jalan raya, Pemkot Bogor juga menaruh perhatian khusus pada lanskap Leuweung (Hutan) Batutulis yang bersinggungan langsung dengan proyek Underpass Batutulis sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah Kementerian Perhubungan.
Dedie menjelaskan, konsep penghijauan di lokasi tersebut harus disesuaikan dengan kontur tebing. Pemkot menghindari penanaman pohon berkayu keras dengan akar dalam agar tidak membebani dan merusak Tembok Penahan Tanah (TPT) underpass.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kadis Perumkim untuk memilih jenis pohon yang relatif aman agar tidak menimbulkan risiko bencana longsor baru. Sementara untuk area depan yang bersebelahan dengan Istana Batutulis, pepohonannya akan lebih dipadatkan,” jelasnya.
Selain itu juga, Dedie menjelaskan ke depan, Stasiun Batutulis tidak hanya melayani kereta aglomerasi rute Sukabumi, tetapi juga akan melayani KRL Commuter Line.
Berdasarkan koordinasi Pemkot Bogor dengan direksi PT KAI, proses elektrifikasi jaringan akan dikerjakan secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan.
“Jika elektrifikasi KRL ini sudah terpasang, keuntungannya luar biasa. Masyarakat Bogor Selatan yang mau ke Jakarta tidak perlu lagi menembus kemacetan menuju Stasiun Bogor di Alun-Alun. Mereka bisa langsung naik KRL dari Stasiun Batutulis,” papar Dedie.
Guna mendukung integrasi tersebut, Pemkot Bogor terus menyempurnakan akses jalan pendukung, salah satunya pengaspalan akses menuju Stasiun Rancamaya yang baru saja ditinjau oleh pihak kecamatan.
“Harapannya semua berjalan lancar. Jalan tembus baru selesai, kita punya taman indah bersebelahan dengan Istana Batutulis dan Museum Pajajaran. Ini adalah anugerah untuk Kota Bogor yang harus kita syukuri,” pungkasnya. (Abizar)





