Kota Bogor, BogorUpdate.com – Upaya menyiapkan talenta unggul di sektor ekonomi kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf/Barekraf) melalui Direktorat Gim mengajak 50 pelajar dan elemen masyarakat untuk melakukan uji coba prototipe gim papan (board game).
Kegiatan pelatihan (workshop) dan uji main ini digelar di Perpustakaan dan Galeri Bumi Parawira, Kota Bogor, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Peserta yang dilibatkan terdiri atas pelajar SMK Negeri 1 Bogor, SMK Wikrama, serta masyarakat umum yang terjaring melalui pendaftaran terbuka. Kegiatan ini sekaligus menjadi aktivasi Perpustakaan dan Galeri Bumi Parawira sebagai ruang kreatif (creative hub) warga Kota Bogor.
Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga KemenEkraf/Barekraf, M. Yanuar Pranuradhi, yang membuka acara memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah persiapan dan pemanasan menuju program inkubasi Creator Camp Advance 2026.
Yanuar menekankan, industri gim papan menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat menjanjikan bagi talenta muda.
Mengutip data Statista (2025), Yanuar menyebutkan pendapatan industri gim papan dunia diperkirakan mencapai 8,95 miliar dolar AS pada 2025 dan melonjak hingga 10,24 miliar dolar AS pada 2029. Di Indonesia sendiri, nilai pasarnya diproyeksikan mencapai 160,75 juta dolar AS pada 2025 dan menembus 187,48 juta dolar AS pada 2030, dengan rata-rata pertumbuhan 3,15 persen per tahun.
“Tren peningkatan ini merupakan peluang besar. KemenEkraf hadir mendukung industri board game Indonesia, salah satunya memfasilitasi akselerasi startup melalui Creator Camp Advance 2026,” ujar Yanuar.
Ia mengatakan bahwa para startup yang telah ikut Creator Camp 2025 dapat menyimulasikan permainan, mendapatkan masukan, dan berdiskusi untuk memperbaiki prototipe agar nantinya siap memasuki industri nasional maupun internasional.
Menyambut inisiatif KemenEkraf tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kota Bogor, Firdaus, mengapresiasi inovasi pengembangan gim papan yang kini bertransformasi menjadi sarana edukasi.
“Inovasinya sangat bagus. Board game ini bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda, khususnya para kreator yang ingin berkiprah di bidang ekonomi kreatif,” kata Firdaus.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor melalui Komite Ekonomi Kreatif (REKA) siap memberikan dukungan penuh agar industri playable board game ini semakin dikenal luas.
Firdaus menambahkan, industri gim papan ini turut berdampak terhadap ekonomi dan berharap agar generasi mendatang memberi dampak besar pada ekonomi kreatif di Indonesia.
“Harapannya, anak-anak muda ini ke depan menjadi ujung tombak pengembangan ekosistem kreatif kita,” harapnya.
Secara teknis, rangkaian kegiatan di Bogor ini dibagi menjadi tiga sesi utama. Sesi pertama diisi dengan workshop pengenalan gim papan yang menghadirkan narasumber ahli, yakni Febndy Kwik dari Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) dan Georgian Marcello dari REKA Bogor.
Pada sesi kedua, peserta diajak melakukan playtesting gim populer berjudul Super Foods. Sesi ini dirancang khusus untuk mengenalkan mekanik dasar permainan dan memberikan pengalaman bermain secara langsung kepada peserta.
Puncaknya pada sesi ketiga, para pelajar dan peserta umum melakukan uji coba (playtesting) terhadap empat prototipe gim karya talenta Gimersia Creator Camp 2025.
Keempat gim papan tersebut adalah Century Royale: Fracta Mundorum, Pecinan 1740, Find the Jack, dan Manci Pancing.
Guna memastikan kualitas simulasi, peserta juga diwajibkan mengisi formulir pre-test dan post-test.
Hasil dari kuesioner ini akan diukur untuk menghimpun masukan secara terstruktur terkait pengalaman bermain, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan karya bagi para kreator sebelum melaju ke Creator Camp Advance 2026.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, hingga institusi pendidikan ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya produk gim papan Indonesia yang berdaya saing di pasar global. (Abizar)






