Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

SDN Cibalagung 5 Jadi Satu-satunya Sekolah di Kota Bogor Uji Coba MBG Prasmanan

×

SDN Cibalagung 5 Jadi Satu-satunya Sekolah di Kota Bogor Uji Coba MBG Prasmanan

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibalagung 5, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor terpilih menjadi satu-satunya sekolah di Kota Bogor yang menjalankan pilot project program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir mengatakan bahwa MBG prasmanan ini menjadi program uji coba dari 66 wilayah percontohan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, skema prasmanan memiliki keunggulan signifikan dibandingkan sistem pengemasan wadah ompreng biasa. Makanan dikirim langsung dalam kondisi hangat dari dapur ke sekolah sehingga dikonsumsi saat masih segar.

“Tingkat sisa makanan (food waste) sangat kecil. Hampir seluruh siswa menghabiskan porsinya karena makanan disajikan segar dan hangat. Selain menjamin kualitas gizi, potensi makanan tidak segar yang memicu kejadian keracunan dapat ditekan,” ucapnya saat meninjau langsung pada Senin, 12 Oktober 2026.

Selain pemenuhan gizi, ia menekankan bahwa skema prasmanan ini dirancang untuk membentuk karakter dan kedisiplinan peserta didik. Para siswa diajarkan untuk tertib mengantre, mencuci tangan sebelum makan serta mengambil porsi makanan sesuai kebutuhan.

Ia menyebut, program ini juga melibatkan siswa secara aktif dalam proses penyajian, seperti membantu membagikan buah dan lauk kepada sesama teman dengan pengawasan ketat dari tim ahli gizi serta Dapur Sehat SPPG.

“Sekolah adalah tempat pembelajaran. Lewat prasmanan, kita ingin menanamkan nilai disiplin, kebersamaan dan kepedulian antar sesama,” jelasnya.

Kendati demikian, ia mencatat adanya tantangan dalam hal efisiensi waktu, di mana model prasmanan membutuhkan durasi pelayanan yang relatif lebih lama.

Saat ini, masih kata Haidir, skema MBG prasmanan melayani sekitar 110 siswa dari kelas 5 dan kelas 6 setiap harinya, sementara kelas lainnya masih menggunakan wadah ompreng.

“Kami baru berjalan sekitar dua minggu dan terus mencari pola terbaik agar pelaksanaan MBG berjalan optimal tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM),” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan skema prasmanan ini direncanakan bakal diperluas secara nasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Program pilot project MBG prasmanan ditargetkan dapat menjangkau hingga 5.000 lokasi di seluruh Indonesia pada akhir 2026,” katanya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *