Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memimpin Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kota Bogor yang berlangsung di Lapangan Kresna, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (22/10/2026) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie menekankan peran krusial dan strategis para santri dalam mengawal serta memperkuat pembangunan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dedie menyoroti keberadaan para santri yang saat ini berada pada rentang usia 15 hingga 17 tahun. Dalam kurun waktu 19 tahun mendatang, generasi santri inilah yang akan memasuki usia produktif dan matang untuk memegang tampuk kepemimpinan serta pembangunan nasional.
“Santri menguatkan negeri menuju Indonesia Emas. Kalau dilihat dari usia, santri-santri ini kan usianya rata-rata 15-17 tahun. Indonesia Emas itu kita akan capai di tahun 2045, jadi kurang lebih 19 tahun lagi.
Di usia-usia matang nanti, tentunya mereka diharapkan akan menjadi garda terdepan bagi pembangunan dan pengembangan Indonesia yang berdaya saing global,” ujar Dedie A. Rachim di Lapangan Kresna, Kamis (22/10/2026).
Menyampaikan pesan dan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Dedie menegaskan bahwa kualifikasi santri di era modern tidak boleh terbatas pada penguasaan ilmu-ilmu keagamaan semata.
Para santri dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
“Harapannya, tadi disampaikan melalui amanat Menteri Agama, santri kan bukan hanya mendapatkan ilmu tentang agama, tetapi juga harus mampu berinovasi sekaligus bersinergi dan menguatkan berbagai sektor di bangsa Indonesia ini,” tegas Dedie.
Melalui momentum Hari Santri 2026 ini, Pemkot Bogor mendorong seluruh pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan untuk terus mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan persaingan global. (Abizar)






