
Foto penyerahan Pataka dari pendiri GBNN Syarifudin Taher, kepada ketua umum GBNN Fahria Alfiano
BOGORUPDATE.COM – Pimpinan Pusat Garda Bela Negara Nasional (GBNN) resmi dilantik. Pelantikan dilaksanakan di gedung serba guna Pemkab Bogor, pada Jumat (18/10/19).
Hadir dalam perhelatan acara ini, para perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT), Kemendagri, Kemendag, Badan Narkotika Nasional, Lanud ATS TNI-AU dan para perwakilan dari unsur Muspida Kabupaten Bogor.
Adapun tema dalam acara ini “GBNN siap menjadi Garda Terdepan, mempertahan NKRI & Ideologi Pancasila dari ancaman yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa”.

Penandatanganan berita acara oleh pendiri GBNN dan Ketua Umum GBNN
Syarifudin Taher, ST, SE, MM selaku pendiri yang melantik Ketua Umum DPP GBNN Fahria Alfiano, yang terpilih berdasarkan hasil rapat dewan pendiri, meminta agar dapat mengibarkan GBNN diseluruh nusantara, dalam rangka agar visi dan misi GBNN, ikut berpartisipasi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI yang berfalsafah Pancasila.
“Saya selaku pendiri GBNN meminta agar seluruh rekan-rekan di seluruh indonesia agar mengibarkan GBNN. Kita tunjukkan bahwa kita berpartisipasi dalam menjaga kesatuan dan keutuhan Pancasila,” tegasnya dalam sambutannya.
Diawali dengan lagu indonesia raya, dilanjutkan acara prosesi penyerahan pataka dari pendiri kepada Ketua Umum, Fahria alfiano yang dibawakan oleh pasukan Paskibra, Juga pembacaan Sumpah Panca Setya GBNN dan di akhiri oleh penandatangan oleh Pendiri dan Ketua Umum, disaksikan oleh perwakilan dan Kementerian Pertahanan dan Kesbangpol.

Ketua umum GBNN, Fahria Alfiano foto bersama Karang Taruna kabupaten Bogor
Ketua Umum GBNN, Fahria Alfiano, dalam kata sambutannya, meminta dan memerintahkan kepada seluruh Ketua DPD dan Anggota GBNN yang ada di seluruh indonesia, peka terhadapap suara masyarakat.
“Kepada seluruh ketua DPD hingga anggota baik dari Aceh, Sumut, Riau, Bengkulu, Kepri, Lampung, Sulawesi, Kalimantan dan Papua, agar selalu peka dan peduli serta tajam terhadap segala yag terjadi di masyarakat. Peka terhadap hal yang berpotensi menganggu stabilitas dalam upaya cegah dini untuk ikut membantu pemerintah, TNI dan Polri,” Pintanya.
Fahria menambahkan bahwa Bela negara bukanlah perang konvensional senjata. “Bela Negara, bukan identik dengan perang konvesional senjata, tapi maknanya adalah bagaimana kita mengimplementasikan, rasa cinta kita kepada tanah air. Dimana bela negara itu sendiri, adalah hak dan kewajiban masyarakat yang telah di atur didalam UU,” Tambahnya.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. (End/Fah)
Editor : Endi







