BOGORUPDATE.COM – Setelah melalui berbagai tahapan dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala Desa Cigombong tahun 2019, 3 November lalu hingga berjalan sukses, Rabu (6/11/19) siang panitia pilkades menggelar rapat pleno penetapan surat keputusan (SK) hasil pemungutan suara.
Dalam pleno yang dihadiri juga oleh BPD itu, sekretaris panitia pilkades Cigombong Wawan Gunawan membacakan hasil rekapitulasi pelaksanaan pilkades. Dalam kesempatan itu juga, Ketua BPD Cigombong memberikan arahan kepada panitia agar berkas hasil pemilihan kepala desa segera dilaporkan ke pemerintah daerah Kabupaten Bogor.
Usai pembacaan hasil rekapitulasi Pilkades dan pemberian arahan dari Ketua BPD, selanjutnya dilakukan penyerahan berkas laporan hasil pemilihan kepala desa secara langsung oleh Ketua Panitia Pilkades Cigombong Deny Sukaryandi kepada Ketua BPD Cigombong, Imam Suhendra Effendi.
Sebagai tambahan informasi, Pemilihan kepala Desa Cigombong tahun 2019 diikuti oleh empat orang calon. Yakni, Calon nomor urut 1 Ipah Latifah dengan perolehan suara sebanyak 61, Nomor urut 2 Ujang Saepuloh dengan perolehan suara sebanyak 1467, Nomot urut 3 Topik Hidayat dengan perolehan suara 1315 dan nomor urut 4 Heri Hendrawan yang dinyatakan sebagai kepala Desa Cigombong terpilih periode tahun 2020 – 2026, memperoleh suara terbanyak yakni 2161. Sementara itu suara tidak sah 35 serta blanko 15.
“Jadi total surat suara yang terpakai sebanyak 5054, dan sisa surat suara yang tidak terpakai sebanyak 2275”, tandas Ketua Panitia.
Sebelumnya, pihak calon nomor urut 2 Ujang Saepuloh mengajukan surat keberatan karena adanya ketidak sesuaian antara daftar kehadiran dengan perolehan suara. Keberatan tersebut disikapi sigap oleh panitia dengan mengabulkan permintaan pihak calon nomor urut 4 untuk menghitung ulang jumlah surat suara.
Selain itu, dampak negatif dari pelaksanaan pemilihan kepala desa kerap memicu terjadinya gesekan panjang antar masa pendukung calon yang berbeda. Seperti yang terjadi di kampung Kongsi Tugu Perbatasan Cigombong Selasa (5/11/19) malam tadi. Dimana dua kelompok masa pendukung calon yang menang dengan calon yang kalah nyaris baku hantam akibat perang komentar di media sosial. (Raden)
Editor : Endi






