Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

PKHT Universitas IPB Gelar Panen Buah Bersama

×

PKHT Universitas IPB Gelar Panen Buah Bersama

Sebarkan artikel ini

BOGORUPDATE.COM – Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas IPB melaksanakan kegiatan Panen Buah Bersama, (20/12/19) di Kebun Penelitian Seameo Biotrop, Tajur Bogor. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr Ir Jumain Appe, MSi selaku Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/
BRIN).

Dr Awang Maharijaya, SP, MSi selaku Kepala PKHT dalam sambutannya menyatakan bahwa Biotrop merupakan kebun percobaan yang telah dilakukan banyak penelitian. Biotrop juga menjadi kebun yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah edukasi tak hanya bagi masyarakat tapi juga masyarakat umum.

“Alhamdulillah kebun ini masih bisa eksis hingga sekarang. Sesuai filosofi awal berdirinya yaitu sebagai kebun percobaan. Keluaran utama dari kebun untuk penelitian dan publikasi. Sudah banyak yang dihasilkan dari kebun ini. Selain itu, tak kurang dari 200 siswa setiap tahunnya magang di kebun ini untuk belajar dan melakukan praktik lapang,” tutur Dr Awang.

Sementara itu, di hadapan Dr Jumain dan staf Kemenristek/BRIN, Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Prof Dr Erika Budiarti Laconi mengatakan bahwa kebun ini adalah kekayaan yang dimiliki oleh IPB Universitas. Kebun ini merupakan hasil kerja dari para peneliti, yaitu para penemu dan inovator Universitas IPB.

“PKHT IPB University terus berkembang. PKHT Fokus pada buah-buahan karena kami ingin masyarakat sadar terhadap buah-buahan lokal. Terima kasih saya ucapkan kepada Kemenristek yang selama ini telah membantu Universitas IPB. Kami berharap ke depan juga Pak Menteri bisa hadir ke kebun ini,” ujar Prof Erika.

Prof Erika lebih lanjut menjelaskan, Universitas IPB tidak hanya fokus mengembangkan benih, tetapi juga sampai pada hilir. Berharap dalam pengembangan keilmuan, selain untuk artikel ilmiah tetapi juga bisa digunakan oleh masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana SEAFAST IPB Univeristy sudah menghasilkan formula roti sendiri dengan mengurangi tepung terigu.

Dalam kesempatan ini, Dr Jumain berharap Universitas IPB dapat menjadi ujung tombak dalam mendorong penelitian dan inovasi ke depan, khusus dalam bidang pertanian, pangan dan kesehatan berbasis herbal. Ia juga mengingatkan pesan menteri untuk mendorong substitusi impor.

“Ini yang selalu disampaikan dan menjadi komitmen Pak Menteri kita ingin pertanian Indonesia maju. Melalui penelitian dan pengembangan, serta terus meningkatkan daya saing. Pentingnya memanfaatkan teknologi industri 4.0 sangat penting. Saya kira IPB University sudah memulainya,” ujar Dr Jumain.

Selain panen buah bersama, pada acara tersebut PKHT juga memberikan apresiasi kepada para pegawai yang telah setia mengabdi. PKHT memberikan beasiswa pendidikan sekolah dan hadiah umroh kepada pegawai yang menerima baik dalam tugas dan amanah selama mengabdi. Menurut Dr Awang, pegawai merupakan ujung tombak pengelolaan kebun jadi sangat perlu untuk diapresiasi. (Rz/Zul)

 

 

 

 

 

Editor : Endi | Humas IPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *