BOGORUPDATE.COM – Sisa sampah milik Sentul City yang dipilah dan dikelola PT.Xaviera Global Syinergy milik swasta di Desa Sumur Batu Kecamatan Babakan Madang, dipertanyakan. Pasalnya, sejauh ini tidak adanya pengangkutan yang di lakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
“Sebelumnya kami angkut sampah di kawasan Sentul City yang dikelola PT.Xaviera Global Synergy. Tapi, kami hentikan pengangkutan sisa pengelolaan sampahnya karena tidak adanya kejelasan,” kata Kasubag TU Wilayah 1 DLH Kabupaten Bogor, Acep Sihabudin kepada wartawan, Senin (30/12/2019).
Acep mengaku, kalau pun harus ada pengangkutan kembali oleh DLH. Maka perusahan pengolahan sampah tersebut harus adanya MOU secara tertulis sesuai dengan prosedur.
“Sudah kami hentikan. Soalnya dari pengangkutan sisa sampahnya saja yang selama ini diangkut DLH, pembayarannya tidak jelas. Ini semua ada bukti tunggakan tagihannya selama ini yang belum dibayar,” tambahnya.
Kepala Desa Sumur Batu, H.Adi Nurhikmat yang dikonfirmasi terkait hal ini tidak tahu menahu. Pasalnya, pihak perusahaan sejauh ini dinilai tertutup.
“Pemerintah desa tidak pernah tahu soal ini, soalnya pihak perusahaan tidak ada komunikasi ke pihak kami,” Singkat Adi.

Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris Desa Sumur Batu, H.Asep yang mengatakan jika keberadaan pengolahan sampah tersebut dikeluhkan dengan bau yang ditimbulkan.
“Warga banyak yang mengeluh. Sebersih apapun sampahnya tetap saja wilayah kami kena bau,” ujar Asep.
Asep menambahkan, jika persoalan ini tidak tau jelasnya. Namun, sejauh ini pihaknya kurang setuju terkait keberadaan perusahaan tersebut.
“Dari awal juga tidak tahu kejelasannya, dan saya menolak,” tegasnya.
Sementara itu, pihak PT.Xaviera Global Syinergi, Wilda menjelaskan persoalan pengelohan sampah yang dijalankan perusahaannya sudah sesuai prosedur.
“Semua sampah sudah dikelola tanpa tersisa. Karena dari pemilahan itu, sampah sisapun kita olah juga menjadi kompos dengan mesin yang ada,” kata Wilda.
Wilda menyebutkan, diakuinya jika pihak DLH Kabupaten Bogor memang sebelumnya adanya pengangkutan sampah di perusaahaannya dan bukti pembayar pum diakuinya ada. Namun saat ini sudah dihentikan.
“Sudah dihentikan, karena kami kelola semua sampah disini tanpa sisa. Dan kami kelola menjadi bahan-bahan yang bermanfaat untuk masyarakat,” tukasnya. (Red)
Editor : Endi






