Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Menuju 7 Windu, PC IMM Bogor Adakan “Kemah Ideopolitor Nasional”

×

Menuju 7 Windu, PC IMM Bogor Adakan “Kemah Ideopolitor Nasional”

Sebarkan artikel ini

BOGORUPDATE.COM – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bogor gelar kegiatan “Kemah IDEOPOLITOR Nasional” di Gunung Salak Endah selama tiga hari pada hari Jum’at-Minggu (14-16/02/20)

Kegiatan ini diadakan untuk meneguhkan Ideologi, Berpikir luas tentang politik, dan meningkatkan kapasitas dalam keorganisasian.

“Kemah Ideopolitor Nasional merupakan bagian dari pada program kerja, yang memang disebut dengan program pendukung perkaderan. Bertujuan menggembleng kualitas kader IMM itu sendiri dalam ranah ideologi, politik, dan organisasi,” Ungkap Dani Ardiansyah Ketua Pelaksana usai kegiatan .

Masih kata Dani, jumlah peserta Kemah Ideopolitor berasal dari berbagai daerah. “Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Ideopolitor ini sebanyak 40 orang, dari berbagai daerah seperti Pimpinan Cabang Sidoarjo, Banyumas, Kuningan, hingga Sulawesi dan Pimpinan Cabang lainnya, tak terkecuali internal IMM Bogor,” Tambahnya.

Lebih lanjut, Dani mengatakan kehadiran IMM meneguhkan pergerakan Ideopolitor.

“Ideologi IMM tidak lain yaitu gerakan Muhammadiyah, yang mana Muhammadiyah adalah gerakan yang betul-betul memurnikan dari pemahaman tahayul, bid’ah, khurafat. Sedangkan yang kedua yaitu politik. Bagi IMM, politik adalah aktivitas sehari-hari, tapi juga tidak memasuki ruang-ruang seperti halnya partai yang gerakannya praktis. Ketiga adalah organisasi, IMM merupakan gerakan yang berstruktur organisasi, dari mulai ketua dan bidang-bidangnya, dan Muhammadiyah sangat kental dengan pergerakan organisasi. Dari hal itu, IMM Bogor berupaya pada persoalan bahwa IMM harus meneguhkan pergerakan Ideopolitornya itu sendiri,” Pungkas Dani.

Di sisi lain Arfiano Ketua Umum PC IMM Bogor Mengatakan bahwa Ideopolitor adalah gebrakan organisasi IMM.

“Ideopolitor ini adalah gebrakan langkah bagi organisasi IMM. Selain meneguhkan ideologi, juga menegaskan bahwa politik bukanlah barang kotor, justru dalam keseharian pun kita melaksanakan politik itu. Kalau kita berpikir negatif terhadap politik, maka kita yang masih menjaga idealisnya akan hanya menjadi penonton dari liciknya orang-orang yang berpolitik,” Ujarnya.

Masih kata Arfiano, selama tiga hari pengkaderan IMM, adalah untuk mewujudkan masyarakat madani.

“Adapun selama tiga hari kemarin, kader-kader di suguhkan materi mulai dari equality gender; kesadaran gender dalam membangun progresifitas Gerakan IMMawati sebagai upaya mewujudkan masyarakat madani dalam menjawab ekosospol, Equality gender; Perempuan sebagai kompas pembangunan bangsa menuju 7 windu IMM: Mempertegas Kiprah dan Peran Kebangsaan dalam menjawab tantangan yang dihadapi sebagai kader umat, bangsa dan persyarikatan menuju 7 windu IMM,” Terangnya.

“Peran pemuda dalam mewujudkan indonesia emas 2045, pendidikan, transformasi dan diaspora kader berwawasan intelektual sebagai upaya menumbuhkan konsep diri yang populis, bermutu dan berintegritas sebagai pemimpin masa depan. Pendidikan,Transformasi, dan diaspora sebagai proyeksi mahasiswa yang unggul dan cakap dalam menerjemahkan tanda-tanda zaman. Potret demokrasi indonesia: pemilu dan tantangan masa depan, peran legislatif dalam mewujudkan politic will dan good governannce, quo vadis partai politik sebagai instrumen demokrasi dan diakhiri dengan kontekstualisasi gerakan IMM pada pusaran dan pasca pemilu dalam mengawal sitem demokrasi di indonesia,” Tutup Arfiano. (End/Iks)

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *