Pendidikan, BogorUpdate.com
Sawit merupakan komoditas utama dan penghasil devisa terbesar di Indonesia. Pengembangan sawit terkait produk turunan seperti biodiesel dengan program katalis diharapkan dapat dilakukan, baik dari sisi produksi maupun pengembangannya.
Hal tersebut diungkapkan Dr Ir Suwardi, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University dalan rapat koordinasi, Kamis, (5/3/20) di Ruang Sidang Fakultas Pertanian. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh tim Faperta, Lembaga Pengembangan Institut (LPI) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) serta sejumlah dosen lintas bidang ilmu dari Fakultas Kehutanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Fakultas Pertanian IPB University diberikan mandat oleh Rektor IPB University untuk mengkoordinir pembentukan Pusat Studi Sawit, disamping Pusat Studi Beras. Sampai saat ini, telah dilakukan pertemuan awal dengan LPPM dan LPI untuk mengakomodir berbagai penelitian sawit. Hal ini dilakukan karena IPB University merupakan perguruan tinggi yang menghasilkan penelitian sawit terbesar di dunia.
Terkait pembentukan Pusat Studi Sawit yang saat ini masih dalam tahap pembahasan awal, Dr. Ernan Rustiadi, Kepala LPI IPB University mengatakan salah satu tugas LPI adalah melakukan koordinasi perencanaan-perencanaan yang sifatnya strategis, baik akademik, infrastruktur maupun bisnis. “Oleh karena itu kajian ini diharapkan dapat memperoleh masukan strategis dan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Budi Mulyanto selaku tim pengusul dari Faperta IPB University menambahkan bahwa Pusat Studi Sawit ke depan tidak hanya untuk keperluan riset, tetapi dapat berkontribusi terutama pada bidang pendidikan dan berbagai hal yang relevan untuk membangun sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas dan melaksanakan visi dan misi IPB University secara optimal. Pusat Studi Sawit juga diharapkan dapat menjadi penghubung dalam proses pendidikan dan pengembangan SDM sebagai ruang penelitian, praktik kerja (magang), pengembangan inovasi, dan lainnya.
“Kajian dan penelitian terkait topik perkebunan sangat penting, karena di IPB University belum banyak yang melakukan kajian tersebut, dengan konsep Kampus Merdeka, dibutuhkan mitra yang dapat melakukan pengkayaan dalam bidang akademik, terutama bagi mahasiswa,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi dan penutup, diperoleh berbagai tanggapan yang sangat positif atas usulan pendirian Pusat Studi Sawit tersebut. Tanggapan dan usulan tersebut dapat digunakan sebagai wujud dasar untuk mengisi kekosongan di bidang scientific dan memberikan pandangan yang objektif. Walaupun bisa dikatakan terlambat namun pusat studi ini sangat diperlukan kehadirannya di masyarakat. Pusat studi ini juga diharapkan dapat meningkatkan reputasi IPB University secara kelembagaan di bidang penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Dengan konsep Kampus Merdeka, dibutuhkan mitra yang dapat melakukan pengkayaan dalam bidang akademik, terutama bagi mahasiswa dan sebagai perhatian besar terutama untuk pertanian rakyat. (IPB/End)






