Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Soal Trem, Pemkot Lobi Dewan di Hotel

×

Soal Trem, Pemkot Lobi Dewan di Hotel

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Pemerintah Kota Bogor akhirnya melakukan ekspose rencana Trem Baterai Kota Bogor kepada DPRD Kota Bogor. Ekspose digelar disalahsatu hotel daerah Ciawi, Kabupaten Bogor. Pihak Pemkot Bogor dipimpin Wakil Walikota Dedie A Rachim dan Kadishub Eko Prabowo beserta jajarannya.

Sementara dari pihak legislatif hadir 50 orang baik jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor. Dan dalam pertemuan itu, berbagai pembahasan dilakukan.

Seluruh komponen dibahas mulai latar belakang Trem Baterai, regulasi, peran strategi, konsep umum Trem Baterai, prototip, rencana produk seri Trem, rute Trem, usulan Trem, rute kolidor, analisa track untuk kolidor, usulan dan saran untuk track kolidor.

Bahkan hingga hasil simulasi running Trem, estimasi investasi dan usulan skema kerjasama, konsep sistem Trem, estimasi biaya, skup dan estimasi tarif untuk tiap alternatif.

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, Pemkot Bogor sudah menyampaikan informasi meskipun belum komprehensif, tetapi poin-poin pokok terkait permasalahan Trem ini sudah di sampaikan kepada DPRD.

Dengan demikian kata Mantan Pejabat KPK itu, teman-teman di DPRD mempunyai gambaran lebih luas tentang latar belakang, konsep kebutuhan Kota Bogor terkait dengan Trem, skema bisnis, nilai itu semua sudah disampaikan. “Alhamdulillah tanggapan dari dewan pada umumnya saya melihat mendukung positif,” katanya.

Tetapi lanjut dia, memang perlu tambahan informasi yang lebih detail yang nanti datangnya dari Feasibility Study (FS), atau kajian kajian teknis yang diperlukan.

“Secara umum hampir seluruhnya menanggapi dengan positif.
Mudah-mudahan ini konsisten dan kedepan teman teman dari DPRD mendukung untuk kebaikan dan kemajuan,” ungkapnya.

Dedie melanjutkan, setelah pertemuan ekspose pertama ini, pihaknya saat ini masih menunggu hasil kajian-kajian yang nantinya dibahas kembali secara bersama-sama dengan DPRD.

“Sebetulnya kita menunggu hasil kajian teknis dari Colas Rail. Kemudian Dishub baru pra FS ini akan dilakukan sekarang. Jadi mungkin masih butuh waktu kurang lebih 5 bulan untuk kajian,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Atang Trisnanto menilai bahwa pertemuan awal ini banyak sekali masukan masukan dari teman-teman dewan termasuk yang harus di garis bawahi adalah dari sisi kelaikan, aspek teknis, aspek sosial, lingkungan dan sebagainya.

Dan menurutnya, pihak Pemkot perlu untuk menyempurnakan dari berbagai catatan yang disampaikan oleh teman-teman anggota dewan.

“Alhamdulillah respon dari teman-teman sangat antusias, yang bertanya juga banyak, saya kira ini masih cukup panjang untuk sampai pada tahapan keputusan kebijakan,” tegasnya.

Dia berpendapat, Trem untuk Kota Bogor ini masih sangat panjang prosesnya, karena Pemkot belum membuat pra FS. Setelah itu akan di follow up dengan FS, barulah keluar DED, kemudian diskusi kembali dengan DPRD. “Jadi masih panjang prosesnya,” ujarnya.

Tanggapan berbeda diungkapkan anggota Komisi 3 Zaenul Mutaqin (ZM). Politisi PPP ini menegaskan bahwa untuk Trem masih jauh dan belum bisa menyimpulkan sebelum kajian itu komprehensif dan selesai sampai detail.

“Sekarang kita belum bisa menyimpulkan karena pengakuan Pak Wakil Wali Kota saja menyampaikan bahwa ini masih dalam kajian, belum selesai. Jadi ini hanya ekspose awal, jadi masih panjang,” tegasnya.

Yang paling krusial dibahas yaitu, yang berkaitan dengan teknis, regulasi, dampak sosial, ekonomi dan lainnya seperti apa. Karena mengingat dahulu meng-ekspose tentang PDJT itu sangat luar biasa, tetapi pada kenyataannya PDJT sekarang hancur. “Nah ini juga perlu menjadi catatan. Jangan ekspose saja yang bagus, tetapi implementasinya kurang baik,” cetusnya.

Hal itu lanjut dia, harus menjadi pelajaran apalagi Trem yang notabene sarana ini akan mengambil sebagian ruas jalan yang sekarang digunakan oleh kendaraan pribadi, angkutan umum dan lain lain.

Termasuk akan terjadi pengurangan jumlah angkutan umum, pengurangan ruas jalan dan sebagainya. Jadi ini harus benar-benar dikaji dan dipikirkan secara matang.

“Nanti kita lihat saja kajiannya seperti apa. Intinya sekarang kita tidak bisa menyimpulkan apa-apa, terlebih menyetujui atau tidak karena kajiannya saja belum selesai,” tandasnya. (As)

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *