Tulisan oleh : Effendi Tobing
Redaksi Bogorupdate.com
Opini, BogorUpdate.com
Kata nakal dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) memiliki arti berbuat kurang baik, mengganggu dan sebagainya.
Sedangkan Corona dalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut juga dengan (COVID-19). Dan hebatnya Virus Corona ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
Infeksi Virus Corona pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019 lalu. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Dari data terbaru hingga hari ini untuk Dunia, 161.190 nyawa manusia melayang, dengan total kasus positif Covid-19 tembus di angka 2.343.272. Sedangkan di Indonesia sendiri saat ini 6.575 orang Positif Covid-19 dan yang meninggal 582 jiwa.
Dari definisi kata nakal tadi bisa kita ambil salahsatu pengertiannya yaitu “Mengganggu”. Jika kita melihat hebatnya Virus Corona ini yang mampu menggegerkan dunia, berarti dia telah mengganggu segala aspek dalam kehidupan kita. Gara-gara Corona, hidup kita tak senyaman biasanya, Kita seperti diatur olehnya dan harus pula menuruti aturan mainnya.
Sungguh luar biasa gangguan si Corona. Dia bahkan mampu melenyapkan segala tradisi hidup ini. Yang biasanya kita bisa kumpul keluarga bersama sanak saudara disuatu tempat, kita bisa ajak anak istri atau teman jalan-jalan atau berlibur atau lainnya, kini seakan sirna, dia (Corona-red) menghempaskan segalanya tanpa ampun. Yang awalnya merasa kuat dan adidaya tak mempan dengan guncangan apapun, kali ini si Corona membuat semuanya terkulai, lelah otak dalam berpikir bagaimana cara menjinakkan kenakalannya yang terlalu liar mengganggu rongga kehidupan.
Hingga detik ini, tak ada yang mampu menjinakkan kenakalanya. Jika biasanya anak kecil disebut orang nakal karena suka mengganggu teman nya, tapi ketika orangtuanya datang memberikan teguran maka anak itu akan berubah atau setidaknya mendengar nasehatnya. Ini, Corona siapakah yang bisa menundukkannya? Apakah si Adidaya itu mampu? Ternyata Corona malah lebih ganas menyerangnya.
Malah lebih gila nya, Corona membuat seluruh pemimpin dunia berjuang mati-matian cari cara menenangkan ulahnya. Sampai saat ini semua hanya memberikan solusi berbentuk himbauan dan teguran saja agar rakyatnya selalu waspada. Mau mengalahkannya seakan telah habis akal dan juga lelah berpikir. Mau pasrah? Tak mungkin. Karena dengan segala upaya yang sudah dilakukan saja Corona semakin nakal, apalagi kalau Pasrah, ya siap-siap saja semua berjumpa di alam sana (kehidupan kekal).
Belum lagi saat ini ada pemberlakuan dari pemerintah masing-masing yaitu Work From Home (WFH) alias Kerja dari Rumah yang di khususkan bagi para pegawai pemerintahan maupun BUMN serta perkantoran lainnya. Lalu ada istilah Lockdown (penutupan akses), Social Distancing (Jaga Jarak) dan tebaru ada namanya Physical Distancing (Jaga Jarak fisik) sebagai penggangti Sosial Distancing yang disarankan oleh WHO dengan artian agar sesama masyarakat menjaga jarak secara fisik bukan secara sosial. Bahkan hampir setiap hari diadakan penyemprotan disinfektan dimana-mana, dan di Indonesia yang lebih terbaru ada lagi diterapkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dari semua ini, tak bisa dipungkiri kalau Corona luar biasa Nakalnya. Lantas apa lagi kira-kira strategi agar Corona itu jinak dan mau luluh dan lenyap dari muka bumi ini?. Sungguh belum ada yang bisa menjawab. Kita saat ini hanya bisa berharap dan berdoa agar Tuhan menunjuk siapa kekasih hatinya untuk bisa merayu dan menjinakkan si Corona agar tahluk dan pergi selamanya yaitu melalui obat atau apalah itu. Untuk saat ini yang ada, mari yakinkan diri bahwa Tuhan pasti akan menyatukan hati para pemimpin dunia agar satu hati melawan Nakal nya Corona dengan tidak saling menyalahkan dan merasa benar sendiri.
Ini bukan lagi suatu mainan belaka, ini adalah bencana besar dunia yang pernah ada. Jadi para pemimpin, disinilah di uji kesabaran, gagasan terbaik dan ketegasannya. Pikirkan dan utamakanlah rakyat korban kenakalan Corona ini. Karena saat ini jeritan rakyat bukan lagi hanya dari si miskin yang kita juga bingung apa kriteria nya, tapi semua menangis karena Nakal nya Corona mengganggu semua aspek kehidupan, dan semua terdampak akan hal itu.
Baiknya, sebelum Nakal nya Corona ini berlalu atau mungkin bahkan makin menggila, pemerintah bagikan saja secara merata bantuan kepada masyarakat mau dia miskin, kaya ataupun miliarder sekalipun, walau kecil bagikan secara merata, karena ini bicara dampak. Jika si kaya merasa tidak layak menerima bantuan itu ya biarkan dia sendiri yang menyumbangkan lagi kepada orang lain. Karena saat ini gejolak mulai muncul dan semua menjerit mengharapkan bantuan, karena ini sudah bicara perut, dan apapun akan dilakukan orang ketika sudah urusan perut.
Begitu juga masyarakat, Karena obat terbaik saat ini merayu si Corona agar tidak mengajak kita berteman dengannya menurut pemerintah adalah dengan disiplin diri, maka turutilah. Kita hanya disuruh diam dirumah dan selalu pakai masker dan rajin cuci tangan, keluar rumah jika benar-benar perlu maka lakukanlah. Walaupun setiap dihimbau agar #DirumahSaja selalu jawaban masyarakat mau makan apa!, ya memang beginilah keadaanya saat ini. Tak ada artinya saling menyalahkan, sembari berharap janji pemerintah bahwa kita tidak akan dibiarkan kelaparan nyata adanya.
Jika bantuan yang dijanjikan belum diterima, maka bersabarlah dan mari sama-sama awasi dan pantau. Kata pemerintah laporkan data ke RT sebagai garda terdepan dalam mendata warga. Jangan terdengar bahkan terlihat ada ketidakadilan dalam pendistribusiannya.
Mari bersama berdoa agar semua segera berlalu dan Nakalnya si Corona tidak semakin menjadi. Tuhan pasti takkan membiarkan hamba-NYA tahluk terlalu lama dengan kenakalan Corona itu. “Waktu Tuhan pasti yang Terbaik”.
Tulisan ini tidak ada hubungannya dan berkaitan dengan apapun. Ini murni tulisan dan curahan hati sesuai dengan yang terjadi saat ini. (Red)
Editor : Endi






