Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaEkobisHomeNewsPemerintahan

Pedagang Dewi Sartika Mengeluh Pertokoan Ditutup, Pemkot Tidak Adil?

×

Pedagang Dewi Sartika Mengeluh Pertokoan Ditutup, Pemkot Tidak Adil?

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Para pedagang di Pertokoan Dewi Sartika mengeluhkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh Pemerintah kota (Pemkot) Bogor menutup pertokoan di kawasan Pasar Anyar. Akibat kebijakan tersebut, para pedagang beserta karyawannya saat ini kehilangan pekerjaan.

Salah satu Pedagang berinisial CA mengatakan, usai ditutupnya Dewi Sartika sejak bulan lalu, para pedagang bingung sebab pertokoan di sebelah Plaza Dewi Sartika dengan komoditas yang sama, seperti plaza Javana dan Propindo dibiarkan tetap buka, bahkan ramai pengunjung.

“Yang kami bingungkan kok di seberang bisa bebas berdagang tanpa ditindak tegas. Kok bisa kebijaksanaan seorang Wali Kota seperti itu. Sebab tentu aja kami merasa sia-sia pengorbanan kami yang udah tutup dari kemaren,” ujar nya Sabtu (16/5/2020) sore.

Ia mengeluh bahwa, mereka (para pedagang-red) Plaza Dewi Sartika tidak bisa membuka tokonya, meski pertokoan di sebelah, yang dikelola oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) tampak ramai seperti hari biasanya.

“Gak buka sebab dari kontor gedung kami gak berani nyalain lampu. Takut di cabut ijin gedungnya,” ungkap CA.

Diakhir, dirinya beserta para karyawan yang kini menganggur, berharap bisa berjualan kembali mengingat kebutuhan hidup yang sangat mendesak.

“Maunya kami supaya gedung bisa buka lampu dan akses masuk ke gedung dengan lebih bebas seperti di seberang sana,” pungkas pedagang Plaza Dewi Sartika.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya berteriak-teriak tanpa pengeras suara di atas mobil bak terbuka. Dia meminta agar plaza Dewi Sartika ditutup selama Pandemi Covid-19, bahkan mengancam mencabut izin usahanya.

ā€œSaya perintahkan pengelola Plaza Dewi Sartika untuk tutup, kalau tidak izinnya akan dicabut,ā€ teriak Bima saat meninjau Pasar Anyar, Selasa (28/4/2020) lalu. (Rie)

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *