Kota Bogor, BogorUpdate.com
Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) bersama Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (11/8/2020).
Audiensi ini terkait program kerja sama antara MPN PP dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengawal bantuan anggaran BNPB ke setiap daerah.
Wakil Ketua MPC PP Kota Bogor, Rikardo Hermes Batolone mengatakan, pihaknya akan ikut membantu Kota Bogor dalam pengawalan anggaran yang akan dikirim BNPB ke daerah.
“Kegiatan akan dimulai setelah bantuan turun ke masyarakat. Setelah itu pihaknya akan membantu dengan menurunkan sedikitnya 150 anggota PP di setiap kecamatan,” ujarnya.
Sesuai dengan arahan Wakil Wali Kota Bogor, PP akan membantu masyarakat dalam membangun Green House. Green House ini juga sebagai bentuk upaya ketahanan pangan di tengah kondisi pandemi Covid-19.
“Green House lebih efektif untuk perkotaan karena bisa memproduksi lebih cepat dan dapat membantu ketahanan pangan yang ada di Kota Bogor. Kami akan cari wilayah yang memang mempunyai potensi lahan luas namun belum terfasilitasi,” imbuh Riko panggilan akrabnya.
Riko menuturkan, dalam mengawal bantuan BNPB di masyarakat ini, tidak ada jangka waktu sebaliknya PP akan terus mendampingi masyarakat selama program berjalan. Pasalnya, PP ingin Kota Bogor bisa swasembada pangan, memperkuat ketahanan pangan di masyarakat sehingga tidak perlu lagi bergantung.
“Ini bentuk sumbangsih kami ke masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, saat ini ada tiga fokus penanganan di Kota Bogor, sebut saja penanganan ekonomi, penanganan dampak sosial dan pemulihan ekonomi. Menurutnya, program mengawal bantuan BNPB ini sangat bisa membantu penanganan ekonomi di masyarakat.
“Salah satu cara pemulihan ekonomi di Indonesia dari sisi konsumsi masyarakat tanpa memberatkan. Program KWT, Urban Farming, Green House sangat cocok untuk pemulihan ekonomi,” kata Dedie.
(Rie/refer)







