Foto Ilustrasi perawatan pasien covid-19 (Net)
Kota Bogor, BogorUpdate.com
Untuk menekan angka penularan covid-19 khususnya dari luar yang semakin mengkhawatirkan, Kota dan Kabupaten Bogor memperketat penjagaan di perbatasan.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota dan Kabupaten Bogor segera membangun pos bersama pada beberapa titik di perbatasan kedua wilayah itu.
Kepala Satpol PP, Kota Bogor, Agustian Syah mengatakan bahwa dalam rapat bersama antara Walikota Bima Arya dan Bupati Ade Yasin akhir pekan lalu, Satpol PP Kabupaten Bogor mengusulkan untuk membuat tujuh posko berdana di perbatasan kedua daerah.
Namun, kata Agustian Syah, berdasarkan pemetasaan pihaknya, terdapat lima titik rawan di perbatasan. Yakni, Ciawi, Ciapus, Kayumanis, Sukaraja dan Ciomas.
Menurut dia, pembangunan posko bersama itu bertujuan untuk memastikan agar orang yang keluar masuk kedua daerah itu tetap menjalankan protokol kesehatan.
Diakuinya, memang dibutuhkan sinergitas antar kedua daerah. Sebagai contoh, pihaknya menyegel tempat usaha di Bogor Selatan yang melanggar protokol kesehatan.
“Tapi, di seberangnya merupakan wilayah kabupaten tetap beroperasi dan orang-orangnya pun tak menggunakan masker,” jelas Agustian Syah, Minggu (6/9/20).
Agus juga menegaskan, dengan dibangunnya posko bersama, otomatis Satpol PP Kota dan Kabupaten akan mengintensifkan operasi bersama di perbatasan seperti razia masker.
“Kalau kami saat merazia akan tetap menggunakan Perwali Nomor 107 Tahun 2020 yang didalamnya mengatur sanksi pelanggar,” katanya.
Ia menegaskan, kedua daerah mesti bersama-sama dalam menanggulangi Covid-19. Saat ini, kata dia, Kota Hujan berstatus zona merah dan Tegar Beriman zona oranye, sehingga dibutuhkan pencegahan maksimal.
“Ya, agar persebaran corona tak semakin menjadi-jadi. Kami ingin ada sinergitas, ya minimal SOP protokol kesehatan sama-sama diterapkan pada dua wilayah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan bahwa pemkab ingin menjaga agar wilayahnya tidak berubah status menjadi zona merah akibat adanya transmisi lokal di perbatasan.
“Kami akan membuat tujuh posko. Yakni di Sukaraja, Sentul, Ciawi, Ciomas, Kayumanis, Bojong Gede dan Sindang Barang. Pol PP bakal mengintensifkan razia masker, sebab kami ingin menjaga agar angka positif Covid-19 tidak naik,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa beban Kabupaten Bogor dalam mencegah masuknya Covid-19 dari importes case sangat berat lantaran harus menjaga beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan Bekasi, Depok dan Kota Bogor.
(As/Bing)





